UMengajar, Gerakan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Peduli Pendidikan

MALANG —  Ingin berbagi ilmu pengatahuan dan ikut berkontribusi langsung dalam bidang pendidikan, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat suatu gerakan yang bernama UMengajar.

Gerakan UMengajar ini bermula dari sebuah forum pada tahun 2013, kemudian dari forum tersebut mempunyai projek sosial untuk ikut berkontribusi dalam bidang pendidikan, khususnya yang ada di Malang, kota Pendidikan.

Hanis Bachrodin selaku Ketua umum periode 2014/2015 menjelaskan, UMengajar merupakan gerakan di bidang sosial dan pendidikan yang pertama kali dibentuk pada bulan Januari tahun 2014. Dengan Lalang Patria Mahera mahasiswa jurusan Teknik mesin UM sebagai inisiator bersama tujuh founder lainnya dan wakil dekan tiga Fakultas Ilmu Sosial UM, I Nyoman Ruja sebagai pembina.

Bentuk dari gerakan UMengajar ini yaitu berbagi inspirasi dan motivasi bagaimana caranya agar anak-anak bisa semangat belajar dengan melakukan pendekatan serta membuat media pembelajaran yang menyenangkan.

“Peran kami disini bukan untuk menggantikan guru, kami hanya berbagi ilmu pengetahuan yang mungkin belum mereka dapatkan sebelumnya, “ terangnya di Malang, Senin (24/08/2015).

Kegiatan ini biasanya dilakukan setiap hari Sabtu agar tidak menganggu waktu kuliah dari para voluntir dan juga program dari sekolah. “ Pada Sabtu pagi selama jam sekolah kami mengajar di dalam kelas dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, dan di luar jam sekolah kita adakan game-game yang melatih softskil mereka sekaligus mengasah keterampilan dan motorik mereka,” ucap mahasiswa semester akhir jurusan Elektro UM.

Menurut Andrea Indra Lasmana sebagai Ketua Departemen Organisasi menyampaikan, sebenarnya anak-anak tersebut memiliki potensi yang luarbiasa dan semangat belajar yang tinggi namun karena letak geografisnya yang jauh dari perkotaan dan kultur atau budaya setempat, membuat beberapa orang anak yang justru lebih tertarik untuk bekerja.

“Misal orangtuanya bertani atau memiliki ternak, beberapa anak-anak ini cenderung lebih suka untuk melanjutkan pekerjaan orangtuanya dibanding melanjutkan sekolah,” jelasnya.

Andre yang juga merupakan mahasiswa semester akhir jurusan Teknik mesin UM ini menjelaskan bahwa sambutan dari para guru, siswa maupun orang tua siswa sangat positif dengan adanya gerakan UMengajar. Kedatangan justru selalu ditunggu oleh para siswa, jika tidak datang anak-anak ini biasa langsung menanyakan kepada guru mereka.

“Demikian juga dengan orangtua siswa, saat kami berkunjung kerumah siswa, orangtua mereka justru menjadikan kami sebagai contoh kepada anak-anaknya agar kelak mereka mau melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Bahkan menurut orang tua siswa, kedatangan kami justru membuat anak-anak mereka lebih semangat belajar,” imbuhnya.

Menurut Nur Anisa Widia Iswara selaku ketua pelaksana menjelaskan, UMengajar ini juga tergabung dalam gerakan Mahasiswa Mengajar dimana anggotanya hampir dari semua Universitas di Indonesia yang memiliki gerakan Mengajar.

Dari Malang sendiri selain ada UMengajar juga ada Brawijaya mengajar dan UIN mengajar juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam hal perijinan dan untuk mencari informasi mengenai sekolah dimana saja yang pendidikannya dirasa masih kurang atau tertinggal.

“Kami juga biasanya berkolaborasi dengan komunitas sosial pendidikan, jelas mahasiswa semester lima jurusan pendidikan Sejarah,”sebutnya.

Selama ini pengabdian yang pernah dilakukan yaitu di SDN 1 Ngadas, SMPN 1 Atap Ngadas, SDN Randu Gading dan SDN Tanggal Sari. Untuk kedepannya juga akan melakukan pengabdian di SDN Taji 1 dan Taji 2.

Walaupun yang mengadakan gerakan UMengajar seluruhnya merupakan mahasiswa dari UM tetapi mengenai dana yang digunakan untuk menjalankan gerakan UMengajar murni dari kantong masing-masing voluntir maupun pengurus UMengajar, mulai dari biaya akomodasi, konsumsi dan biaya lainnya.

 “Sampai sekarang belum ada dana khusus bantuan dari pihak UM untuk gerakan UMengajar,” ujar Hanis.

Mereka berharap adanya donatur, baik dari pihak UM maupun pihak lain yang bisa memberikan bantuan dana agar gerakan UMengajar dapat berjalan dengan maksimal dan lebih baik lagi.

“Meski demikian, kami tetap mencoba melakukan yang terbaik walau dana yang mereka gunakan berasal dari mereka sendiri. Seperti yang pernah disampaikan oleh pembina kami, apapun yang kita lakukan, dasari dengan niat ibadah,” ujar Andre.

Dengan pengalamannya mengikuti gerakan UMengajar, mereka bertiga sangat bersyukur dan beruntung dengan fasilitas dan kemudahan pendidikan yang mereka dapatkan selama ini, karena ternyata masih ada beberapa anak di daerah tertentu yang masih kurang dalam hal pendidikan. Mereka juga mendapatkan dukungan dari orangtua mereka masing untuk terus melakukan kegiatan yang positif ini.

“Selama kegiatan yang kami lakukan merupakan hal yang positif, orangtua kami pasti mendukung,” jelas Andre.
SENIN, 24 Agustus 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...