Warga Kampung Pulo akan Menuntut Keadilan Sampai di PTUN

JAKARTA — Juru bicara sekaligus kuasa hukum warga kampung pulo, Eky Pitung menyesalkan kejadian pembongkaran paksa hari ini. Apa yang terjadi hari ini merupakan wujud dari ketidakpedulian penguasa serta kemunduran moral dan mentalitas yang bertolak belakang dengan kampanye selama ini yaitu Revolusi Mental.
“Saya kecewa dan geram,  hari ini jelas para penguasa mendzolimi warga kota sekaligus warga negara nya sendiri. Mereka sah dengan KTP, akta lahir,  surat rumah yang sah secarq hukum,  dan bayar pajak,  namun diperlakukan tidak layak, “ujar Eky berapi-api saat ditemui Cendana News di kampung pulo.
Kisruh kampung pulo memang sudah diduga Eky dan sebagian besar warga karena pasca kunjungan Pak Jokowi kala itu sebagai Gubernur DKI pilihan rakyat (termasuk warga kampung pulo), tidak terdengar lagi itikad baik pemerintah dalam penyelesaian.
Berkaca dari normalisasi BKT (Banjir Kanal Timur) yang persuasif, masyarakat kampung pulo tetap berharap bahwa pemerintah mengingat semua janjinya saat mengunjungi mereka.
Namun alhasil, begitu Jokowi menempati posisi RI-1 maka Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengeluarkan Pergub perihal normalisasi kali ciliwung dengan kampung pulo masuk didalamnya.
“Pembongkaran hari ini membuktikan nurani penguasa yang sudah mati. Hak Asasi Manusia dilanggar dengan jatuhnya korban dari pihak warga, anak-anak dibuat ketakutan karena diusir paksa, maka saya mewakili warga kampung pulo akan melawan dengan membawa ini ke PTUN,” sambung Eky.
Eky Pitung dengan tim pembela kemanusiaan yang mewakili warga kampung pulo sedang mengumpulkan berkas-berkas untuk memperkuat perlawanan mereka di PTUN, seperti, rekaman janji uang ganti rugi oleh Jokowi sebagai Gubernur DKI kala itu, surat kepemilikan lahan yang sah dari warga kampung pulo, dan beberapa bukti pelanggaran HAM saat bentrokan.
Masih menurut Eky, saat ia bertemu Kepala Satpol PP DKI Jaya Kukuh Hadi Santoso terkait bentrokan yang mengakibatkan jatuhnya korban dari pihak warga tidak bisa memberikan pernyataan yang memuaskan.
“20 orang luka kepala bocor, telinga nyaris putus, dan KasatpolPP hanya menjawab klise bahwa ia hanya menjalankan tugas. Saya dan warga akan menuntut keadilan lewat jalur hukum di PTUN,” tegas Eky Pitung mengakhiri pembicaraan dengan Cendana News.
Untuk kesekian kalinya di Negara ini, masyarakat melawan penguasa di pengadilan. Dimana masyarakat dengan sisa-sisa puing kehidupan mereka mencoba meminta kebijaksanaan dari congkaknya penguasa.
KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...