Wisawatan Asing Menikmati Kopi Luwak, Wisatawan Lokal Menikmati Mi Instan


DENPASAR—Saat kita menuju Seririt melwati Bedugul, maka kita harus melewati jalan perbukitan dingin nan indah. Kita akan melewati sebuah desa diatas lembah dingin berkabut bernama desa Munduk.
Di pertengahan Desa Munduk ada sebuah tempat peristirahatan bernama Coffe Break Ngiring Ngawedang, tepat berada di depan Restoran Ngiring Ngawedang yang lebih dulu ada dan dikenal selama puluhan tahun.
Wisatawan mancanegara asal Spanyol, Prancis, dan Amerika Serikat sangat menyukai kawasan ini, sehingga jika mereka sudah selesai menikmati suasana Air Terjun desa Munduk atau Air Terjun di Desa Git-Git, mereka akan bersantai sambil minum kopi dan santap siang di tempat ini. Jelas salah seorang pemandu wisata yang enggan disebutkan namanya. Kopi yang paling banyak digemari adalah Kopi Luwak, lanjutnya. 
“Lembah Desa Munduk yang dingin, sangat tepat untuk menikmati bulan madu. Tapi sayangnya, tempat ini lebih banyak dikunjungi wisatawan asing dibandingkan wisatawan lokal” jelas Ketut Surya, pengelola Coffe Break Ngiring Ngawedang kepada Cendana News. 
Ketika Cendana News mengkonfirmasi apakah hal tersebut disebabkan oleh harga yang tak terjangkau oleh wisatawan lokal pada umumnya, Ia menampiknya, karena Ia juga menyediakan menu khusus yang paling digemari wisatawan lokal, yaitu mi instan! 
“Kami menyediakan mi instan karena wisatawan lokal suka memesannya, kan kalau dingin-dingin enak makan mi hangat dan pedas” lanjutnya .
Ketut juga menjelaskan, salah satu penyebab kurangnya minat wisatawan lokal adalah untuk menuju ke lokasi ini jalanan yang harus ditempuh memang cukup berbahaya karena jalan berkelok dan curam, belum lagi kalau datang kabut sehingga dinginnya luar biasa. 
“Wisatawan lokal lebih memilih lokasi wisata Bedugul dibandingkan kesini” lanjut Ketut.
Kedepannya Ketut Surya berharap turis lokal bisa lebih banyak datang berkunjung ke Desa Munduk. Karena menurut Ketut, lokasi ini sama saja dengan suasana di daerah Puncak Jawa Barat, namun sensasinya adalah jalannya lebih curam, udaranya lebih dingin, kabutnya selalu ada, dan sangat tenang, belum dipenuhi villa-villa seperti layaknya kawasan puncak. 
“Pokoknya sangat layak di coba, pasti berkesan,” jelasnya mengakhiri percakapan dengan Cendana News. 
SABTU, 1 Agustus 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechel Kuagouw
Editor : Gani Khair
Lihat juga...