Yotje Mende: Masyarakat di Papua Koperatif Bila Terjerat Hukum

Salam Komando Kapolda Papua yang baru (kanan) dan Mantan Kapolda Papua (kiri)
JAYAPURA — Masyarakat di Tanah Papua sangat koperatif, apabila terjerat satu kasus hukum. Hal tersebut diungkapkan Mantan Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende usai apel lepas sambut Kapolda Papua lama dan yang baru, Brigjen Pol Paulus Waterpauw di Mapolda Papua. Selasa (04/08/2015).
“Papua memiliki adat istiadat yang sangat kental, dan kesadaran hukum mereka sangat bagus,” ungkap Irjen Pol Yotje Mende.
Dia mencontohkan, insiden yang terjadi di Tolikara 17 Juli lalu, pelaku yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka mereka sangat koperatif. Saat dirinya menjemput langsung tersangka JW dan AK di kabupaten Tolikara, mereka berdua tidak melakukan perlawanan apapun. 
“Ini menandakan bahwa orang Papua taat hukum, orang Papua setelah kejadian itu, tidak ada perasaan dendam dan mereka menyadari bahwa itu adalah kesalahan yang memang spontan muncul,” ujarnya.
Saat ditanya soal Kapolda Papua yang baru dilantik? Jenderal Bintang Dua ini mengaku tiga minggu lalu sebelum kejadian di Tolikara, dirinya menelpon Paulus Waterpauw dan menanyakan siap atau tidak menggantikan dirinya sebagai Kapolda Papua? Disaat itu juga, menurut Yotje, beliau sampaikan siap.
“Saya juga ditanyakan oleh Kapolri soal Pak Paulus Waterpauw dan saya bilang memang sudah waktunya beliau sangat baik ditempatkan di Polda Papua tipe A,” kata Yotje yang diketahui sebagai salah satu calon kandidat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ditambahkannya, Sebelumnya Paulus Waterpauw sempat Kapolda Papua Barat tipe B, dan juga pernah menjabat Wakapolda Papua selama tiga tahun, itu menjadi pengalaman yang luar biasa,
Sementara itu, Kapolda Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw meminta dukungan dan doa dari semua kalangan, mulai dari tokoh-tokoh adat, masyarakat, perempuan, pemuda dan seluruh masyarakat yang ada di Papua.
“Kedua saya siap bersinergi bersama stek holder dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, kelancaran dan situasi yang kondusif di wilayah Tanah Papua ini,” kata Waterpauw.
Ketiga, dirinya saat serah terima jabatan di Mabes Polri pada tanggal 31 Juli lalu, Kapolri mengingatkan kepadanya untuk memprioritaskan kasus yang terjadi di Tolikara pada 17 Juli lalu.
“Agar tidak dikembangkan, dipikirkan untuk kemudian diolah sedemikian rupa oleh daerah lain, terutama saudara-saudara kita di luar daerah Papua, setelah saya mendapat laporan situasi secara keseluruhan di wilayah Tolikara saat ini bahwa sudah sangat kondusif dan berjalan normal kembali,” ujarnya.
Mantan Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende yang hendak meninggalkan Mapolda Papua

Kapolda Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw usai melaksanakan perpisahan dengan mantan Kapolda Papua, Irjen Pol Yotje Mende
SELASA, 04 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...