13 Jenazah Korban Trigana Air Berhasil Teridentifikasi Melalui Tes DNA

JAYAPURA — Tiga Belas jenazah, korban pesawat Trigana Air ATR 42 nomor lambung PK-YRN dengan nomor penerbangan IL-257 yang jatuh di sekitaran Kabupaten Pegunungan Bintang, teridentifikasi melalui DNA. Hingga kini jenazah yang telah teridentifikasi sebanyak 40 jenasah, tersisa 14 jenazah belum teridentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri.
“Tiga belas korban Trigana Air yang berhasil teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA,” kata Kabid Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol dr. Ramon Amiman kepada jurnalis di ruang rapat rumah sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, Senin (14/09/2015).
Dikatakan Ramon, sampai dengan hari ini baru 40 korban Trigana Air ATR 42 yang berhasil teridentifikasi. Sedangkan, lanjutnya, sisa korban lainnya sedang diupayakan secara maksimal oleh Tim DVI di laboratorium DNA, Jakarta.
“Dan kami masih memperoleh informasi sementara, tim akan upayakan secara maksimal, dan memang seperti kasus jatuhnya pesawat Hercules di Medan yang sampai sekarang belum ditutup operasinya. Sehingga, kami masih menunggu, kecuali tim identifikasi menyerah, baru kami tutup,” ujarnya
Menurutnya, jaringan tubuh yang dilahap api dapat membuat sel-sel tubuh cepat mati. Namun, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengidentifikasi jenasah. 
“Tim sampai sekarang belum menyerah, mudah-mudahan, kita berdoa semua, seluruhnya teridentifikasi,”harapnya.
Pihaknya, meminta kepada seluruh keluarga korban yang belum teridentifikasi, untuk bersabar dan terus berdoa, agar tim dapat identifikasi jenazah-jenazah tersebut.
Berikut nama-nama 13 jenasah, korban jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 yang berhasil teridentifikasi melalui DNA:
  1. Engelbertus Kasipmabin (26), pelajar, domisili Kampung Komabod, Distrik Oksibil, Pegunungan Bintang;
  2. Wa Ode Suryana (33), Baromende, kelurahan Tampo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara;
  3. Irenius Natik Konok (48), PNS Dinas P & P, domisili Mabilabol, Kabupaten Pegunungan Bintang;
  4. Tenus Babingga, domisili Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura;
  5. Ronald Dilam (15), pelajar, Bhayangkara 1, Jayapura Utara, Kota Jayapura;
  6. Mario Reso Guntoro (36), Teknisi Trigana Air, jalan Rajawali domisili blok B5, Cenere 1, Jakarta;
  7. Epi Ardi (42), Swasta, Desa Calao, Painan, Padang, Sumatera Barat;
  8. Yustinus Hurulean (53), Pegawai BUMN PT POS, Jalan Merak 03, Kotaraja, Kota Jayapura;
  9. Kayus Kipka (19), Sekertaris Desa, domisili jalan trans alemsom, Distrik Alemsom, Kabupaten Pegunungan  Bintang
  10. Pariem, domisili Cilacap;
  11. Menakem Mote (29), Karyawan Bank Papua, domisili desa enarotali, Kabupaten Paniai;
  12. Ika Nugraeni Sukma Outri (32) Pramugari Trigana Air, Perum Bukit Asri, Blok B, Ciomas Bogor, Jawa Barat;
  13. Endah Mustika Sari (36), PNS, domisili KPR BPD Gunung, jalur 7 no 3, Sentani, Kabupaten Jayapura;
Sebelumnya tim DVI Mabes Polri dan Polda Papua telah mengidentifikasi 27 jenasah dari 54 jenasah korban jatuhnya pesawat Trigana Air, melalui proses pengecekan sidik jadi, gigi, serta barang-barang bawaan para korban atau antomortum catatan yang telah dibawa oleh keluarga korban, antara lain:
  1. Terianus Halawala;
  2. Mathius Nicolas Aragae;
  3. La Boni alias Boni Woriori;
  4. Wendepen Bamulki;
  5. Asirum;
  6. Agustinus Lukas Luanmase;
  7. Dita Amilia Kurniawan;
  8. Teguh Warisman Sane;
  9. Emilia Gobay;
  10. Milka  Kakyarmabin;
  11. Oscar Mangonto;
  12. Hasanudin;
  13. Obed Trukna;
  14. Yusran;
  15. Amran;
  16. Egenio Dilam;
  17. Marselino DK. Karubaba;
  18. Esap Aruman;
  19. Jhon Baltazar Gasper;
  20. Ewelin Uropmabin;
  21. Valerin;
  22. Kepi Deal;
  23. Ariain Falani;
  24. Eki Kimki;
  25. Jackson Wayam;
  26. Hosea Uropdana;
  27. Elipas Uropmabin.

SENIN, 14 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...