33 Provinsi Meriahkan Karnaval Budaya Multietnik Nusantara di Ambon

AMBON — Warga Kota Ambon khususnya dan Maluku umumnya sampai sekarang, boleh disebut masih haus akan hiburan. Pasalnya, dengan kegiatan hiburan adalah salah satu cara untuk mengalihkan pikiran dan melupakan trauma masyarakat Maluku atas konflik horizontal yang pernah terjadi di bumi pela dan gandong tersebut.
Pantauan Cendana News Minggu (6/9/2015) Siang hingga Sore harinya, warga Kota Ambon Maluku, datang berbondong di kawasan Gong Perdamaian Dunia dan Bilangan Ay Patty Pusat Kota Ambon, menyaksikan even karnaval budaya multietnik yang disuguhkan 33 Provinsi di Indonesia, menyongsong Mangente (Jumpa/Bersua) Kota Ambon, dan HUT Ke 440 tahun Kota Ambon, yang jatuh pada Senin 7 September 2015.
Aneka budaya disuguhkan oleh peserta sanggar seni karnaval budaya multietnik nusantara dari 33 Provinsi.
Mulai tarian, pakaian khas adat beragam corak, dipakai peserta dari 33 Provinsi yang ambil bagian di even karnaval budaya multietnik yang perdana digelar di kota bertajuk manise tersebut. Diantaranya, Bali, Madura, Solo, Kalimantan, Aceh, Sumatera, Ambon-Maluku, Papua, NTT, Minang dan lain-lain.
Warga kota Ambon berbondong datang di kawasan Gong Perdamaian Dunia Kota Ambon dan bilangan Ay Patty guna menyaksikan karnaval budaya multietnik nusantara ini.
Rata-rata para warga terkesimak menyaksikan suguhan parade karnaval budaya multietnik nusantara tersebut.
Bukan hanya awak media yang mengabadikan gambar saja, namun para warga dan penonton juga menggunakan camera dengan handphone maupun camera biasa guna mengabadikan momentum budaya multietnik yang dimeriahkan ole 33 Provinsi itu.
Salah satu peserta dari Madura Sugeng yang sempat diwawancarai Cendana News mengatakan, mereka terlibat di even karnaval budaya multietnik yang digelar Pemkot Ambon tak lain, untuk mendukung agenda Mangente Ambon dan HUT Kota Ambon ke 440, guna mempererat persaudaraan dan kerukunan sebagai Bangsa Indonesia yang cinta perdamaian di Ambon Maluku.
Kontingen Madura tampil dengan tarian Can Mancana dilengkapi Cruliit. Tampak salah satu peserta mengiris tangannya dengan Crulit tajam. Adegan inipun menarik perhatian penonton. Bahkan ada yang teriak saat melihat pria Madura itu mengiris tangannya dengan crulit. Penonton kagum, karena meski pria Madura itu mengiris tangannya dengan crulit tajam, namun tidak terluka alias kebal. Tarian Can Mancana ini digelar jika ada seseorang yang kesurupan.
Tak ketinggalan anggota TNI AD dari Kesatuan Younif 408 Suhbrastha mengambil bagian di even karnaval budaya multietnik perdana di kota Ambon ini. Para anggota Younif 408 Suhbrastha tampak bersemangat mengatraksikan tarian Barongsai Nagayuda.
Kopda Yudi, salah satu peserta tarian Nagayuda saat diwawancarai Cendana News di sela-sela karnaval menyatakan, ia bersama rekan-rekannya bangga juga gembira karena telah dilibatkan dalam even karnaval budaya multietnik nusantara ini.
“Kita bangga warga Kota Ambon Maluku dan khususnya Pemkot Ambon, sudah melibatkan kami di karnaval budaya multietnik ini. Semangat kita tak lain adalah dengan budaya Nagaydua Solo Jawa Tengah, bisa mempererat kerukunan masyarakat Ambon-Maluku khususnya,dan Indonesia umumnya,” tukasnya.


MINGGU, 6 September 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...