Alasan Terburu, Pengendara Sering Abaikan Keselamatan di Perlintasan KA

SEMARANG — Keberadaan palang pintu perlintasan kereta api sebenarnya bukanlah alat pengamanan utama, hanya semacam rambu peringatan sekaligus pemberitahuan kepada para pengguna jalan tanpa terkecuali untuk berhenti sejenak, karena sebentar lagi akan ada rangkaian kereta api yang sedang melintas.
Sementara itu di tempat lain, masih banyak palang pintu perlintasan sebidang yang tidak dijaga, alias perlintasan liar yang tidak berpintu dan tidak ada petugas penjaganya. Sudah tak terhitung berapa banyak orang yang meninggal sia – sia tertabrak KA, karena tidak sabar berhenti menunggu, mereka malah nekat menerobos palang pintu perlintasan KA yang sudah ditutup beberapa saat sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, palang pintu KA yang resmi selalu dilengkapi dengan sirine yang suaranya terdengar dari jarak jauh hingga ratusan meter. Selain itu juga dilengkapi dengan palang yang panjang terbuat dari kayu dengan sistem buka – tutup hidrolis otomatis yang dioperasikan secara manual oleh petugas yang berwenang, biasanya dari PT. KAI ( Persero )
Akan tetapi ada juga pintu perlintasan semi permanen alias tidak resmi, biasanya tidak berpintu dan tidak berpalang, hanya dipasang sebuah rambu peringatan bertuliskan ” Awas Kereta Api “. Selain itu ada juga ada berupa lampu peringatan yang nantinya akan menyala berwarna kuning setiap kali akan ada KA yang hendak melewati di perlintasan tersebut.
Terakhir adalah perlintasan liar benar – benar Kosong Mlompong tidak ada penjaga dan tidak ada rambu – rambu peringatan, biasanya perlintasan sebidang ini dibikin sendiri oleh warga setempat. Padahal sebelumnya perlintasan tersebut tidak pernah ada, daripada memutar jauh melewati palang – pintu perlintasan resmi yang telah ada, mereka mencari ” Jalan Pintas ” walau resikonya membahayakan keselamatan jiwanya.
Karyadi, ketika ditemui Cendana News mengatakan, walaupun palang pintu pelintasan KA di sekitar Stasiun Tawang Semarang tersebut sudah ditutup, namun kebanyakan warga sekitar sini tetap saja melintas, sambil melihat posisi KA masih jauh apa sudah dekat.
“Kalau jauh ya nekat menerobos, tapi kalau sudah dekat ya berhenti sejenak, toh laju keretanya kan pelan -pelan, karena akan masuk atau keluar dari stasiun Tawang Semarang,” jelasnya gamblang.
Sementara Djatmiko, salah seorang pengendara motor yang berhenti sambil menunggu datangnya KA yang sedang melintas mengaku juga sering menerobos palang pintu perlintasan KA.
“Cuman kali ini keretanya sudah dekat, jadi mau tak mau ya berhenti, kadang nutup palang pintunya kelamaan sih, jadi gak sabar pengen segera lewat, ” ujarnya sambil tertawa.
Dari pantauan Cendana News, terlihat memang banyak orang lalu – lalang, mulai dari pejalan kaki hingga pengendara kendaraan bermotor tetap nekat menerobos palang pintu KA padahal sudah ditutup. Mereka  tampak dengan santai melintas palang pintu perlintasan, padahal KA sebentar lagi akan lewat didepanya, seakan mereka tak memperdulikan keselamatan jiwanya dan mempertaruhkan nyawanya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.
SABTU, 5 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...