Anak Sapi Berkaki Dua Hebohkan Masyarakat di Yogyakarta

YOGYAKARTA — Sudah empat hari ini, warga dusun Bragasan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta dihebohkan dengan seekor anak sapi milik salah satu warganya yang hanya berkaki dua. Warga lain desa pun turut berbondong-bondong mengerumuni kandang sapi milik Sutrisno, lantaran penasaran ingin melihat sapi yang dianggap aneh tersebut.
Tak seperti sapi normal yang berkaki empat, sapi dari jenis limosin milik Sutrisno hanya memiliki dua kaki di belakang. Karenanya, anak sapi tersebut hanya bisa berbaring dan harus dibantu berdiri ketika hendak menyusu kepada induknya. Namun dengan cacat fisik sejak lahir yang dimiliki anak sapi milik Sutrisno itu, warga dusun setempat justru geger. Mereka heran dan ingin melihat langsung anak sapi berkaki dua itu.
Sutrisno yang ditemui Selasa (8/9/2015), mengatakan, anak sapi berkaki dua miliknya yang berjenis kelamin jantan itu lahir pada Sabtu (5/9/2015) petang hari. Ketika terlahir lancar dari induknya, Sutrisno pun mengaku terkejut demi melihat anak sapi yang lahir dari hasil kawin suntik itu ternyata tak seperti sapi normal yang berkaki empat.
Namun demikian, anak sapi itu sampai kini dalam kondisi sehat. Sutrisno pun mengaku rela merawatnya, kendati harus repot karena setiapkali harus membantunya berdiri ketika hendak menyusu kepada induknya. 
“Saya akan merawat sapi itu kalau memang bisa bertahan hidup dengan keadaannya yang seperti itu”, ucapnya.
Sapi berkaki dua atau yang tentu saja dalam perspektif kedokteran hewan dianggap cacat, oleh Sutrisno dan warga sekitar lainnya justru dianggap unik. Bahkan, Sutrisno sendiri mengaku akan berupaya keras memeliharanya sampai tumbuh besar, sehingga bisa dijual dengan harga mahal. “Kalau bisa tumbuh sampai dewasa, saya akan menjualnya seharga Rp 60 Juta”, tutur Sutrisno.
Sementara itu fenomena sapi berkaki dua atau sapi dengan keanehan di bagian lain dari tubuhnya, dalam ilmu kedokteran hewan dimungkinkan terjadi karena banyak faktor. Antara lain karena proses pembentukan fetus ketika janin masih berada di rahim induk tidak sempurna, sehingga akhirnya ada hasil pertumbuhan yang kurang atau cacat. Selain itu, ketidak-sempurnaan seekor sapi atau binatang lainnya juga bisa disebabkan karena ada kelainan genetik bawaan dari sang induknya.
SELASA, 8 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...