Aniaya 3 Orang Murid, Oknum Guru SD Dipolisikan

Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan pulau-pulau Lease, Iptu Meity Jacobus

AMBON — Kekerasan terhadap pelajar di sekolah masih sering terjadi, yang terbaru terjadi di Kota Ambon Provinsi Maluku. Sadisnya lagi, aksi kekerasan atau penganiayaan terhadap para murid dilakoni seorang guru.
Kasus kekerasan yang terjadi di Ambon Maluku, menimpa tiga orang murid kelas VI SD Kristen Kelurahan Urimessing Kecamatan Nusaniwe kota Ambon. Korban dianiaya hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Tiga siswa yang menjadi korban penganiayaan itu adalah, Imanio Kristo Waas, Ian dan Feter. Kasus penganiayaan ini terjadi pada Sabtu pekan lalu yang pelaku merupakan tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru berinisial MK, tiga anak didiknya mengalami luka sobek pada bagian kepala yang diduga karena terkena sabetan pisau kater.
Akibat tindakan oknum tersebut, orang tua murid melaporkan ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Selasa (22/09/2015) untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasubag Humas PPA Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Meity Jacobus yang dikonfirmasi Cendana News di Mapolres Ambon Selasa (22/9/2015) membenarkan, kasus ini sudah ditangani pihaknya, setelah pada Selasa (22/09/2015), dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban.
“Sudah resmi kita terima laporan polisi dari orang tua korban atas kasus penganiayaan yang dilakukan oknum guru SD Kristen Ambon itu. Untuk sementara dilakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak dan Hak Asasi Manusia, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Sementara itu, kasus penganiayaan ini kini mendapat perhatian serius juga dari Pemerintah Kota Ambon, dalam hal ini Wali Kota Richard Louhenapessy. Kepada wartawan, Richard menegaskan, akan menindak tegas oknum guru tersebut.
“Terkait kasus penganiayaan ini saya sudah menandatangani surat sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Sanksi pertama kepada pelaku, dibebas tugaskan dari fungsinya selaku guru, dan ditarik untuk dibina pada Badan Kepegawaian Kota Ambon, untuk jangka waktu yang belum ditetapkan,” kata Richard.
Sanksi yang dijatuhkan ini karena pelaku telah melanggar PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai.


SELASA, 22 September 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...