Antisipasi Bencana, BPBD Manado Bangun Koordinasi Perbaiki Infrastruktur

Perbaikan Drainase
MANADO — Untuk mengantisipasi bencana banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Manado, telah membangun koordinasi dengan pihak terkait, terutama untuk memperbaiki infrastruktur, agar tidak terjadi banjir besar seperti tahun sebelumnya.
Hal ini ditegaskan Kepala BPBD Manado Maximilan Tatahede saat dihubungi Cendana News Rabu (23/09/2015) siang. Menurut Tatahede pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga terkait terutama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Tata Kota, untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, berupa saluran drainase, jembatan dan gorong-gorong yang bisa membuat terjadinya banjir dan genangan air di badan jalan, sehingga berimbas pada banjir susulan. 
“Kami telah bangun koordinasi dengan pihak terkait, untuk bisa memperbaiki insfratrutur, terutama drainase agar bisa menampung debit air saat hujan lebat turun, sehingga air bisa mengalir dengan lancar” ucap Tatahede.
Selain itu Tatahede mengatakan, pihak BPBD juga telah membangun sinergi dan berkomunikasi dengan jajaran aparat mulai tingkat desa, kelurahan, serta kecamatan, agar bisa membantu pemerintah untuk mengantisipasi bencana banjir agar tidak terjadi seperti tahun 2014 lalu, dengan menggerakan tokoh masyarakat, untuk melakukan kerja bakti, membersihkan sampah di selokan yang bisa menghambat saluran air, saat hujan turun.
Sementara itu, pantauan Cendana News di beberapa tempat sudah terlihat perbaikan drainase yang dilakukan oleh pihat terkait dengan memperluas dan memperdalam saluran selokan, agar bisa menampung debit air tinggi saat hujan lebat turun. Saluran drainase yang diperbaiki umumnya daerah yang tahun 2014 lalu menjadi tempat paling parah terkena banjir bandang, yaitu di Jalan Walanda Maramis, Kelurahan Banjer, Dendengan Dalam, Jalan 14 Februari Telling, serta di Kecamatan Sario.
Selain perbaiki drainase, pembangunan jembatan yang putus saat diterjang banjir bandang juga telah selesai dibangun, yaitu di kelurahan Sario Kota Baru, Kecamatan Sario, sehingga sudah bisa dilalui oleh kendaraan, dan berfungsi untuk menghindari kemacetan. 
Jembatan yang putus telah selesai dibangun

RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...