Atasi Pendangkalan Anak Sungai Ciliwung Perlu Langkah Bijak Pemerintah

JAKARTA — Tepat disisi jembatan kereta api Jatinegara,  terdapat sebuah kali kecil yang merupakan salah satu anak sungai Ciliwung dari arah Kampung Melayu sampai kawasan Kampung Pulo ke Jatinegara Barat.

Pemkot Jakarta Timur melalui Suku Dinas Pekerjaan Umum (SDPU)  Tata Air Jakarta Timur menempatkan mobil operasional penderek sampah sekaligus penyedot air dan lumpur di pinggir kali. Fungsinya adalah untuk menyedot kadar lumpur yang sudah bercampur air dari dalam kali sekaligus mengangkut sampah demi mengantisipasi bahaya banjir yang sewaktu-waktu datang melalui luapan sungai Ciliwung.

Menurut Dhani,  seorang operator mesin dari mobil dinas operasional lapangan tersebut, mereka melakukan penyedotan air dan lumpur dua kali dalam seminggu serta melakukan pengangkatan sampah tiga kali dalam seminggu.

“Akan tetapi sepertinya kali atau anak sungai ini harus segera dinormalisasi. Karena pendangkalan yang terjadi sebenarnya sudah parah. Yang kami lakukan sekarang hanya sebatas pembersihan saja,  bukan solusi pencegahan banjir. Karena jika banjir datang maka anak sungai ini tidak akan mampu menampung debit air dikarenakan sudah sangat dangkal, ” papar Dhani kepada Cendana News, Minggu (06/09/2015).

Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap normalisasi sungai pasti akan didahului dengan penggusuran. Karena dipinggir kali atau anak sungai yang mengalami pendangkalan ini berderet rumah-rumah permanen dan semi permanen milik warga.

Pemerintah dan masyarakat dituntut bijak dan fair dalam hal krusial seperti ini. Disatu sisi pemerintah harus melakukan normalisasi demi menghindari penderitaan akibat banjir bagi masyarakat luas, disisi lain masyarakat yang terkena normalisasi harus tetap diperlakukan seperti layaknya manusia,  yaitu direlokasi terlebih dahulu ke tempat yang layak jika memang tanah itu bukan milik mereka atau diberikan penggantian yang wajar jika tanah tersebut milik mereka. Dan masyarakat harus bisa menerima hal ini jika memang dirasakan sudah memenuhi azas keadilan.

MINGGU, 6 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...