Bawa Sabu 4 KG, MZS Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat gelar perkara kasus Narkoba di Mapolda Papua
JAYAPURA — Perempuan berisnisial MZS yang juga residivis dari Lapas Pondok Bambu yang sebelumnya kedapatan membawa narkoba jenis sabu di perbatsan RI-PNG diduga terlibat jaringan narkoba internasional.
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat menggelar kasus narkoba di aula Cenderawasih, Mapolda Papua, Kamis (17/09/2015) siang menyebutkan, yang bersangkutan ini diduga memiliki sindikasi Internasional, karena perjalanannya dari Jakarta menuju Manila.
“Selanjutnya ke Ghana, kemudian kembali ke Manila, dan kemudian melanjutkan berbagai komunikasi juga termasuk transaksi dan lain-lain lewat Fhilipina, dan sempat masuk ke PNG dan terakhir masuk melintas di batas RI-PNG,” ujar mantan Kapolres Jayapura Kota tersebut.
Terkait dengan hasil pengungkapan yang telah dilakukan tim secara bersama-sama dengan petugas Bea dan Cukai dan petugas kepolisian di Pos Skouw-Wutung, lanjut mantan Kapolda papua Barat, MZS masuk wilayah Indonesia, membawa dua buah koper, petugas mencurigai dan memeriksa isi koper tersebut, hasilnya didapat 4 kilogram narkoba jenis sabu.
“Sangat mengagetkan koper ini sudah diseting sedemikian rupa yang berisikan shabu, pertama 4 paket plastik bening yang berisikan narkotika golongan satu, kemudain dua buah koper warna hitam dan coklat, juga 2 buah telepon seluler, serta pasport dan KTP atas nama MZS,” kata mantan Kapolda Papua Barat ini.
Dalam pemeriksaan, lanjut Kapolda, MZS mengakui bahwa dirinya melakukan perjalanan panjang dari Fhilipina lewat Port Moresby, PNG, lanjut ke Vanimo dan memasuki wilayah Indonesia di Skouw, Kota Jayapura, Papua.
“Kami sedang kordinasi lebih lanjut dengan Direktorat Narkoba Mabes Polri untuk mengungkap lebih jauh sindikasi yang ada didalam organisasi yang dimiliki oleh bersangkutan, mungkin juga kordinasi dengan BNN Pusat,” ujarnya.
Disebutkan juga, yang bersangkutan pernah juga ditahan selama 9 bulan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Bambu, pada tahun 1997, yang ditangani Dit Narkoba Polda Metro Jaya. Karena menggunakan Psikotropika.
Hingga kini pihaknya terus berusaha mengungkap rekan-rekan MZS, menurut mantan Direskrim Umum Polda Papua, hal tersebut terlihat dari latar belakang yang bersangkutan sejak keluar dari Lapas Pondok bambu tahun 1997 hingga sekarang. Dimana, sudah cukup jauh perjalanan bersangkutan terkait indikasi jaringan narkoba tersebut.
MZS saat ini terancam dengan Pasal pada Undang Undang 35 Tahun 2009 tentang narkotika pada pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman 5-20 tahun atau seumur hidup.
KAMIS, 17 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...