Bawa Shabu 2 KG, Seorang Perempuan Diamankan Aparat

Shabu yang dikemas dalam kotak dan dimasukkan kedalam tas
JAYAPURA — Kedapatan membawa narkoba jenis shabu lebih dari 2 kilogram saat melewati X-Ray di Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Skouw RI-PNG, Kota Jayapura, perempuan berusia 41 tahun diamankan petugas Bea dan Cukai dan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Muaratami, Kota Jayapura.
Dari pantauan Cendana News, MZS ditangkap sekitar pukul 14.30 WIT, yang baru tiba dari Vanimo dengan menumpang kendaraan roda empat di Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Skouw, Kota Jayapura.
Saat masuk ke wilayah Indonesia, sesuai prosedur tetap, petugas melakukan pemeriksaan barang-barang melalui X-ray dan disalah satu dari dua koper yang dibawa MZS dicurigai berisi shabu, kemudian diperiksa dan petugas menemukan barang haram tersebut dalam kemasan sekitar berukuran 30 x 15 sentimeter.
Kapolsek Muara Tami, AKP Marten Luter Rona mengaku perempuan tersebut rencananya mau berangkat ke Jakarta melalui penerbangan di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, saat melalui pemeriksaan di pos lintas batas RI-PNG ditangkap karena kedapatan membawa shabu.
“Barang yang disita, saat ini diperkirakan beratnya sekitar 2 kilogram karena baru memeriksa satu kopor dari dua kopor yang dibawanya,”kata Rona, Selasa (15/09/2015).
Menurutnya, perempuan tersebut pernah melalui pemeriksaan di pos Bea Cukai. Namun, disaat X-Ray tidak hidup. “Kata anggota perempuan ini sudah beberapa kali diperiksa tapi saat X-Ray tidak nyala,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin melalui pesan singkatnya menuliskan salah satu koper milik perempuan itu dicurigai ada sesuatu yang aneh di dalamnya, lalu diperiksa melalui X-Ray, kedapatan ditemukan shabu.
“Saat koper diperiksa menggunakan X-ray, dicurigai ada sesuatu yang aneh dan setelah diperiksa ditemukan barang yang diduga serbuk putih jenis shabu diperkirakan 2 kilogram,” kutib Patrige.
Saat ini pihak Bea Cukai terus melalukan pendalaman soal shabu tersebut, yang nantinya akan ditindaklanjuti Polda Papua. Sesuai perundang-undangan, jika terbukti barang haram tersebut milik MZS, maka ia akan dijerat Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun atau maksimal hukuman mati.
SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...