Becak di Ibukota, Dulu Diidolakan, Sekarang Terpinggirkan

JAKARTA — Becak, menjadi sebuah transportasi yang sangat dicari di zaman dahulu dan selalu menghiasi pusat ibukota. Namun saat ini seperti terlupakan, bahkan keberadaan mereka selalu dibayang-bayangi oleh razia dan terpaksa beralih ke pinggiran.
Di tahun 2015, dan kendaraan umum legendaris kota Jakarta lintas generasi tersebut ternyata masih banyak aktif dalam kumpulan-kumpulan kecil di wilayah bekasi dan depok. Meski  berada di pinggiran kota Jakarta tepatnya di sekitar stasiun kereta depok, namun terlihat kebahagiaan di wajah mereka karena dapat mencari nafkah untuk keluarga tanpa dibayangi ketakutan razia.
Anas,  penarik becak tersebut mengatakan ia hanya melayani warga yang tinggal disekitar stasiun depok. Sedangkan rekan Anas di kawasan perumahan Harapan indah bekasi mengatakan ia masih menarik becak karena memang hanya pekerjaan ini yang bisa ia lakukan.
Fenomena penarik becak masih tetap abadi walau sudah tidak menjadi sorotan karena eksistensi mereka sudah jauh dari hiruk-pikuk dan gemerlapnya Ibukota.
Seorang anggota masyarakat bernama Hermin masih sesekali memakai jasa penarik becak sehabis berbelanja di pasar.  “Sesekali saja,  namun saya berharap kepada pemerintah agar mereka dibiarkan saja,  jangan diapa-apakan,  mereka cuma mencari nafkah, ” papar Hermina kepada Cendana News, Rabu (09/09/2015).
Banyak sekali kendaraan umum legendaris di jakarta,  sebut saja bemo,  becak, ojek sepeda ontel, delman,  helicak,  dan bajaj. Helicak yang begitu terkenal dikawasan kramat sudah punah,  sedangkan bajaj sedang menikmati transformasi nya menjadi kendaraan modern berbahan bakar gas. Sedangkan sisanya,  termasuk becak masih terus berjuang mempertahankan eksistensi mereka masing-masing tanpa ada satupun yang perduli.
Namun begitu, para tukang becak tetap menikmati hidup dengan bersahaja. Seperti ketika akan diambil foto, merekapun serentak berpose seperti layaknya tiada lagi beban dipundak mereka,  walaupun badai kehidupan ini terasa makin keras hari lepas hari.

SABTU, 12 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...