hut

BI: Kenaikan Dollar Tidak Ganggu Perekonomian Maluku

AMBON — Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indoneisa (BI) Maluku, Andi Diwaldo yang dikonfirmasi Cendana News di Ambon Kamis (3/9/2015), mengatakan soal kenaikan nilai dolar, tidak berpengaruh/mengganggu pertumbuhan ekonomi di Maluku.
Alasannya, di wilayah Maluku untuk perusahaan atau individu yang melakukan impor tidak ada yang menggunakan mata uang dolar, melainkan semuanya menggunakan mata uang rupiah.
Justru dengan adanya kenaikan nilai dolar itu sendiri, lanjut Andi, ekonomi di wilayah Maluku akan tumbuh positif.
Andi berdalil, seperti untuk kebutuhan ekspor hasil laut dan darat, misalnya ikan dan pala disebabkan pengeluarnnya lebih besar,” kata Andi Diwaldi optimis.
Kenaikana nilai dollar tidak ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku. Jika dilihat untuk pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II saja, masih terlalu tinggi dan setara dengan pertumbuhan ekonomi nasional 5,8 persen.
“Intinya, kenaikan dollar tidak berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku,” katanya.
BI memprediksikan diakhir 2015 mendatang, pertumbuhan ekonomi Maluku akan mencapai 6,3 persen hingga 7,3 persen. Alasannya, karena di Maluku untuk konsumsi rumah tangga (RT) dan konsumsi pemerintah masih cukup besar.
KAMIS, 3 september 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...