BNN Papua Bidik Tes Narkoba Karyawan PT. Freeport Indonesia

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Papua, Kombes Pol Jackson Arisano Lapalonga

JAYAPURA — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua siap berkoordinasi dengan perusahaan tambang terkemuka PT Freeport Indonesia untuk melakukan tes urin terhadap karyawan-karyawan tersebut. Tindakan yang akan dilakukan BNNP ini bertujuan mencegah dan memberantas peredaran narkoba dikalangan pekerja tambang.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Papua, Kombes Pol Jackson Arisano Lapalonga. Pihaknya akan jalin komunikasi kepada pemerintah daerah Mimika dan pihak PT Freeport Indonesia terkait sidak tes narkoba yang sedang direncanakannya tersebut.
“Saya akan bicara dengan pihak terkait dan jalin komunikasi dengan pihak berkepentingan disana untuk lakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika di Mimika,” kata Lapalonga, Rabu (02/09/2015).
Diungkapkan Lapalonga, untuk provinsi Papua, terdapat dua kabupaten kota yang menjadi titik peredaran narkoba yakni Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura. Terkait pembentukan kantor cabang BNN di Papua, pihaknya telah mengusulkan pembentukan BNN di tingkat kabupaten/kota, yakni di Kota Jayapura, Keerom dan Kabupaten Mimika, namun baru setujui pusat dua kabupaten.
“Tahun ini sudah dibentuk BNN kabupaten Mimika. Pelantikannya tahun ini atau tahun depan. Ini membuktikan bahwa Mimika sudah menjadi perhatian pemerintah. Lahannya sudah disiapkan, tinggal proses administrasi untuk bangun gedungnya,” ujarnya.
Untuk mencegah dan pemberantasan peredaran serta pengguna narkoba jenis ganja di perbatasan RI-PNG yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya, pihaknya terus membangun koordinasi dan kerja sama dengan pihak terkait, termasuk TNI dan Polri.
“Kami juga sudah bekerjasama dengan Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua untuk antisipasi peredaran narkoba yang lebih luas,” kata mantan Kasat narkotika Direktorat Polda Metro Jaya itu.
Ia menambahkan, sampai saat ini peredaran ganja asal PNG hingga ke wilayah barat Indonesia, tidak terlalu luas dan sangat jarang ditemukan, dan jauh berbeda dengan Aceh yang cukup besar jaringan pengedarnya.
“Karena ganja dari Aceh begitu besar dan jaringannya banyak sehingga. Mereka lebih kuasai pasaran, ketimbang di Papua,” ujarnya.
Pada awal januari tahun ini, mantan Kepala BNN Papua, Antonius Kadarmanta menduga, pihaknya mendapatkan terindikasi dugaan beredarnya narkoba jenis opium, morfin, kokain, Ekstaxi dan shabu dari jaringan Internasional, yang dilakukan oknum-oknum karyawan PT Freeport Indonesia.
RABU, 2 september 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...