BNP2TKI : Masyarakat Ekonomi ASEAN Bukan Momok yang Menakutkan

SURABAYA — Disadari atau tidak, adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di akhir tahun 2015 membuat sebagian masyarakat Indonesia terutama para buruh khawatir dengan nasibnya. Nasib pekerjaannya, gajinya yang berpengaruh pada kesejahteraan keluarganya.
Salah satu anggota Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Anjani Armita menjelaskan dengan adanya MEA harusnya semangat dan bisa menjadi sebuah peluang agar bisa lebih maju.
“MEA bukan momok yang menakutkan, MEA itu sebuah kesempatan yang besar bagi kita bangsa Indonesia,”jelasnya saat ditemui di Surabaya, Jumat (04/09/2015).
Dengan adanya MEA, kita bisa dengan leluasa mengakses ke luar negeri dan orang luar pun bisa dengan mudah mengakses apa yang ada di dalam negeri. Tentunya, harus yang berdampak positif.
“Kita itu jangan takut bersaing, masyarakat di sini lebih baik service skillnya bila dibandingkan dengan masyarakat Filipina,” Tegasnya.
Hanya saja yang menjadi masalah adalah bahasanya. Dalam menghadapi MEA kita harus menyiapkan diri kita terutama angkatan kerja muda untuk mengupgrade bahasa kita dengan bahasa lain misalnya bahasa Inggris, bahasa Jepang atau bahasa lainnya.
“Jangan mendoktrin dengan adanya MEA, kita jadi khawatir hidup di negara kita sendiri,” Imbuhnya.
Dengan adanya MEA bisa membuka kesempatan besar bagi Indonesia dengan masyarakat luar negeri yang ingin berinvestasi atau bekerja sama dengan Indonesia sehingga membuat sebuah kerja sama yang saling menguntungkan.
Jangan dengan adanya MEA, banyak tenaga kerja dari luar negeri yang skillnya sama dengan kita atau lebih rendah skillnya bisa leluasa masuk ke negeri kita.
“Pemerintah harus sudah menyiapkan UU itu, mengenai perlindungan tenaga kerja di negara sendiri serta pengawasan yang ketat dari dinas terkait,” Tandasnya.

JUMAT, 4 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...