BPBD Jateng Himbau Pemda Perpanjang Tanggap Darurat Kekeringan


SEMARANG — Kepala Badan Meteorologi, Klimatogi dan Geofisika ( BMKG ) Jawa Tengah Kepala Seksi Data dan Informasi menyebutkan, Agustus – Oktober 2015 merupakan puncak musim kemarau panjang di Indonesia dan khususnya Provinsi Jawa Tengah. Dan kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga Desember 2015.
” Musim kemarau tahun ini lebih panjang daripada tahun kemarin, karena disebabkan adanya pengaruh fenomena El Nino, semacam penyimpangan iklim terjadi di Samudra Pasifik, sehingga menyebabkan perubahan arah angin dan mempengaruhi curah hujan ” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah, Rani Kraningtyas di Semarang, Senin (07/09/2015).
Rani menambahkan, dengan adanya fenomena El Nino maka suhu air laut di sepanjang garis khatulistiwa mengalami kenaikan, sehingga menimbulkan udara kering dan panas, akhir November diperkirakan memasuki masa pancaroba.
“Kemungkinan muncul awan Comulonimbus menimbulkan potensi turun hujan, sehingga modifikasi cuaca dapat dilakukan ” terangnya.
Sementara itu, Kepala Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengatakan, dengan terjadinya kemarau yang panjang, pihaknya menghimbau pemerintah kabupaten kota untuk memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan panjang sampai bulan Oktober 2015.
Untuk membantu korban kekeringan, disebutkan, anggaran pengadaan air bersih mencukupi dengan sumber pendanaan diambilkan dari Bakorwil Pemprov Jateng.
“Total anggaran yang disediakan sekitar Rp.700 jutaan,” sahutnya.
Tidak hanya itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Pusat juga telah memberikan bantuan senilai 9,5 Miliar Rupiah, dana tersebut telah diberikan kepada 17 kota / kabupaten se Jawa Tengah berupa pipanisasi, pengadaan tanding air dan pengiriman air, dan beberapa mobil tangki dari BPBD telah dikirimkan ke Wonogiri dan Kendal.
Sedangkan terkait dengan antisipasi kebakaran, BPBD telah membeli perangkat sebanyak 200 tabung berisi cairan untuk memadamkan api dan telah ditempatkan di kantor – kantor di lingkungan Pemprov Jawa Tengah.
Tabung tersebut berfungsi untuk memadamkan api dengan cepat, meskipun bentuk ukurannya kecil, apabila terjadi kebakaran, tabung tinggal dilempar, otomatis tabung tersebut akan mengeluarkan cairan yang mampu melokalisasi kebakaran hingga seluas 100 meter persegi.

SENIN, 7 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...