BPBD Sumbar: Kabut Asap Sebabkan Udara di Dharmasraya Tidak Sehat

PADANG — Kabut asap yang semakin parah melanda Sumatera Barat sangat dirasakan oleh warga di daerah yang berbatasan langsung dengan provinsi Riau dan Jambi, salah satunya di Dharmasraya. Hal ini diperkuat dengan data yang dikumpulkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar).
Dari catatan data BPBD, kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya tercatat menjadi kualitas udara paling buruk hal ini diukur dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang sudah menunjukkan indikator dalam kategori tidak sehat.
Data tersebut, mencatat konsentrasi partikel PM10 sudah mencapai 347,2 ?g/m3 pada Senin (7/9/2015) malam. Selain data tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Sumbar Zulfiatno  juga menyatakan bahwa jumlah titik panas di Jambi dan Sumatera Selatan semakin bertambah, meskipun dua hari lalu sempat menurun.
“Namun karena kecepatan angin yang cukup tinggi dan arah angin masih sama, kita kembali terdampak dan ketebalannya pun meningkat,” ujar Zulfianto.
Meski beberapa kali tercatat ada penurunan kualitas udara. Namun dari data tersebut cenderung didapati kualitas udara yang membahayakan bagi manusia.
Data tersebut mencatat ISPU pada Jumat (4/9/2015) mencapai 419 ?g/m3. Kemudian mengalami penurunan pada Sabtu (5/9/2015) menjadi 291 ?g/m3, dan kembali naik pada Senin pagi.
Untuk mengantisipasi dampak dari buruknya kualitas udara tersebut, BPBD Sumbar mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya. Mereka membagi-bagikan masker dan obat-obatan untuk mengantisipasi penyakit saluran pernapasan (ISPA) akibat kabut asap yang makin menebal ini.
“Kami sudah siagakan masker, persediaan kami saat ini ada sekitar 20.000 masker, semuanya akan dioptimalkan. Kami harapkan pula agar warga mengurangi aktifitas diluar rumah,” himbaunya.
SELASA, 8 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...