Buang Puntung Rokok Sembarangan, Perumahan Warga Nyaris Terbakar

Warga menyiram api agar tidak merembet

LAMPUNG — Diduga karena ulah oknum pengendara yang membuang puntung rokok sembarangan membuat api membakar semak belukar dan tumpukan sampah dan hampir menjalar ke perumahan warga di Desa Hatta Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Provinsi Lampung.

Mengantisipasi hal tersebut, Aini (35) bersama suami dan dibantu beberapa orang warga lainnya berusaha melokalisasi api agar tidak menyebar dengan menyiram dengan air seadanya.

Aini (35) serta beberapa warga lain mengaku awalnya tidak mengetahui asal api yang tiba tiba menjalar ke sepanjang sisi jalan. Takut api semakin membesar dan dekat dengan sebuah rumah berdinding geribik, Aini dibantu suaminya Hasan (37) serta beberapa warga lain segera menyiapkan ember berisi air yang diambil dari lokasi penampungan air tak jauh dari lokasi kebakaran.

“Saya segera mengangkat ember berisi air sebab api mulai menjalar ke arah rumah yang ditinggalkan oleh penghuninya karena sedang liburan, kalau tidak takutnya api menjalar ke rumah,”ujar Aini sambil sesekali menyiramkan air, Kamis(24/9/2015).

Aini mengaku kebakaran semakin membesar karena di lokasi tersebut juga banyak terdapat sampah dan kondisi angin sedang. Dugaan sementara api berasal dari puntung asap yang dibuang pengendara kendaraan bermotor. Besarnya kobaran api tak serta merta bisa dipadamkan akibat kurangnya persediaan air namun warga hanya berjaga jaga untuk melokalisir agar api tidak merembet ke puluhan rumah warga yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Aini yang rumahnya tak jauh dari lokasi tersebut segera mengumpulkan sampah berserakan untuk melokalisir api bersama sang suami. Ia mengaku sudah dua kali kejadian kebakaran semak semak di lokasi tersebut selama musim kemarau akibat oknum yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan.

Musim kemarau panjang yang mengakibatkan semak semak, rumput serta pohon pohon di pinggir jalan kering diakui oleh Hasan rentan terjadi kebakaran. Kondisi tersebut diperparah dengan cukup dekatnya lokasi pembuangan sampah tak resmi.

Akibat kebakaran tersebut asap pekat menghalangi pandangan pengguna kendaraan bermotor, pengendara mobil yang akan menuju Bakauheni dan Bandarlampung. Bahkan kendaraan terpaksa memacu kendaraannya dengan kecepatan rendah untuk menghindari kecelakaan. Sementara pengendara kendaraan roda dua yang melintas terpaksa menutup hidung akibat aroma asap yang menyengat serta membuat pedih mata.

JUMAT, 25 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo

Lihat juga...