Dampak Kekeringan, Harga Sayuran di Balikpapan Melambung

BALIKPAPAN — Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir ini membuat harga beberapa sayuran dan cabe mengalami kenaikan signifikan. Tidak tanggung-tanggung naiknya 100 persen dari harga normal.
Salah seorang pedagang Pasar Pandansari di Balikpapan Sandi menyebutkan, sayuran lokal dari petani di Balikpapan, dan luar daerah sampai sayuran impor semua harganya naik.
Sandi merinci. kemangi misalnya, ujar dia merinci, dari Rp.2 ribu per ikat ukuran mini sejak sebulan terakhir bertengger di level Rp.5 ribu. Yang tak kalah selada, dari semula hanya Rp.7 ribu per ikat kini melesat Rp.20 ribu per ikat. Menyusul di belakangnya kacang panjang, dari semula Rp.4 ribu per Kg kini mencapai Rp.14 ribu per Kg.
Tidak terkecuali wortel impor yang dibandrol Rp26 ribu dan Rp16 ribu per Kg. Buncis yang sudah mencapai Rp.24 ribu per Kg dari sebelumnya hanya Rp.12 ribu. “Kenaikan  kembang kol sama dengan kemangi. Sudah 1 bulan lamanya,” ulas Sandi disela aktivitasnya, Selasa (08/09/2015).
Hal senada juga dikatakan Suratmi Pedagang sayuran di Pasar Klandasan. Ia menjelaskan  terbatasnya pasokan membuat harga melambung. “Kalau dari petani lokal kendalanya cuaca panas yang membuat hasil panen yang tidak maksimal. Kalau hujan terus-terusan juga tanaman terganggu malah gagal panen,” ujar Ratmi begitu biasa disapa.
Kendati harga melambung, permintaan tak lantas surut. “Pembeliannya dikurangi ya terutama ibu rumah tangga tapi kalau pedagang makanan  tetap beli,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) kota Balikpapan Dorce Marpaung membenarkan adanya kenaikan beberapa komoditi sayuran. Namun ketersediaan sejumlah sayuran masih mampu dipenuhi oleh petani lokal maupun dari luar daerah.
“Harga terus dipantau dan kondisi kemarau yang perlu dilakukan kami terus pantau stoknya dan koordinasi dengan tim untuk menjaga ketersediaan,” tutupnya.
SELASA, 8 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...