Danrem Sebut Benih Paham Komunis Kembali Tumbuh Sejak Era Reformasi

Lalu Rudy Irham Srigede

MATARAM—Danrem 162 Wira Bhakti, CZI Lalu Rudy Irham Srigede mengatakan benih-benih paham idiologi Komunis semenjak era reformasi mulai tumbuh kembali, khususnya di kalangan mahasiswa.

“Semenjak era reformasi dengan mengatasnamakan kebebasan berkumpul dan berpendapat, benih-benih paham komunis sudah mulai bangkit kembali terutama yang ditularkan ke mahasiswa di kampus-kampus melalui organisasi ekstra beridiologi kiri,” kata Rudy di Mataram, Selasa (1/9/2015)
Ia menambahkan, bahwa menjelang peringatan HUT RI 17 Agustus lalu, aparat TNI mendapati mahasiswa di Kabupaten Sumbawa menggunakan baju bergambarkan lambang idiologi komunis dan memaksa mahasiswa tersebut membuka dan membuang baju yang dikenakan dan menggantikan dengan baju lain, karena tindakan tersebut jelas tindakan yang dilarang di Indonesia. 
Selain di Sumbawa, kata Rudy, kasus yang sama juga pernah terjadi di Jawa Tengah saat melakukan tes mental idiologi calon tentara di Jateng. Ia memberikan pertanyaan seputar idiologi komunis. Ia mengaku sangat terkejut ketika salah satu calon tentara memberikan jawaban bahwa PKI adalah rekayasa dari Presiden Soeharto yang didukung Amerika. Menurutnya, ini merupakan sesuatu yang harus diperhatikan oleh semua pihak. 
“Selain pembunuhan tujuh Pahlawan Revolusi masih banyak kekejaman dan kebiadaban PKI di Indonesia, apa masih belum cukup bukti bagi kita,” lanjutnya. 
Lebih lanjut Rudy menambahkan, dulu keberadaan PKI ada di hampir semua daerah yang ada di Indonesia, maka bukan hal yang tidak mungkin kekuatan itu kembali ada, tanpa kecuali di NTB. Karena itu sebagai upaya melakukan pencegahan, TNI dalam beberapa waktu terakhir gencar memberikan wawasan kepada mahasiswa di kampus-kampus yang ada di NTB tentang pentingnya wawasan kebangsaan serta menjelaskan tentang apa dan bagaimana sebenarnya PKI. Dan yang pasti, Komunis dan PKI adalah paham dan partai yang dilarang untuk tumbuh di Indonesia. 
SELASA, 1 SEPTEMBER 2015
Jurnalis      : Turmuzi
Foto           : Turmuzi
Editor        : Sari Puspita Ayu
Lihat juga...