Demo Tolak Biaya Kuliah di Kampus Unsrat Berakhir Ricuh

MANADO — Demo tolak biaya kuliah mahal yang dilakukan oleh sejumlah Organisasi Pemuda dan Mahasiswa di Kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Kamis (09/09/2015) siang berakhir ricuh. Para Demonstran terlibat perkelahian dengan pihak keamanan kampus yang ingin membubarkan aksi tersebut.
Kericuhan akhirnya pecah, saat para pendemo dari Mahasiswa Unsrat dan Aktifitis pemuda dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manado, bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Manad di Halaman Kantor Rektorat Unsrat dihalangi oleh sejumlah security kampus yang ingin membubarkan para pendemo. Karena tidak diterima dibubarkan, para pendemo akhirnya protes dengan melakukan orasi di depan halaman Rektorat Unsrat, sehingga mengundang kemarahan pihak keamanan kampus. Aksi saling dorong tidak bisa dihindari, sehingga kericuhan terus berlanjut.
Pendemo yang tergabung dalam Aliansi Peduli Unsrat, menolak biaya kuliah mahal yang diterapakan di sejumlah kampus Unsrat, karena dinilai menutup akses bagi warga miskin yang ingin mengenyam pendidikan tinggi. 
Menurut pendemo saat ini Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diterapkan pihak Unsrat di Sejumlah kampus sangat tinggi per semester, mulai dari Rp 25 juta hingga mencapai Rp 60 juta persemester, apa lagi jika ingin masuk di Fakultas Kedokteran.
Para demonstran meminta Rektor segera menurunkan biaya kuliah di seluruh kampus Unsrat, agar setiap masyarakat yang ingin kuliah tidak terhalang dengan biaya kuliah yang sangat tinggi.
 “kami memprotes biaya kuliah yang sangat tinggi di Unsrat, ini sudah menyusahkan mahasiswa, apa lagi mereka yang baru masuk kampus” tegas Tresno Mais.
Para pendemo mengancam akan menggelar aksi yang sangat besar, dan akan melibatkan orang tua mahasiswa jika aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti.

KAMIS, 3 september 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...