Denpom Razia Kendaraan yang Tempelkan Atribut TNI

LAMPUNG — Memperingati rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Tentara Republik Indonesia (TNI ke-70 yang akan jatuh pada 5 Oktober mendatang Subdenpom II/3-2 Lampung Selatan, Lampung, mengelar razia di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kalianda Lampung Selatan  bagi penguna kendaraan TNI dan warga sipil yang mengunakan atribut ataupun striker TNI.
Dengan jumlah personil 6 orang anggota Subdenpom II3-2 Lampung Selatan, 2 orang provost Kodim 0421 Lampung Selatan  dan 5 orang personil Satlantas Polres Lampung  Selatan,dalam razia tesebut dipimpin oleh Dansubdenpom II/3-2, Letnan Satu (Lettu) Cpm, Kurinci.
Terdapat puluhan kendaraan roda dua dan roda empat yang dihentikan dari arah Bandarlampung menuju Pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya yang menggunakan atribut TNI yang tertempel di atas kendaraan baik di kaca depan maupun kaca belakang.  Kendaraan tersebut diperiksa terkait kebenaran kepemilikan sehingga beberapa diantaranya diberi peringatan untuk pemakaian atau penempelen atribut TNI yang seharusnya tidak ditempel pada sembarang kendaraan.
Menurut Komandan Denpom II3 Lampung, Mayor Cpm Doni Tri Windiarto, S.H melalui Dansubdenpom II/3-2 Lampung Selatan Lettu. Cpm. Kurinci, dalam kegiatan razia pekan disiplin, mulai dilaksanakan pada tanggal 7 – 10 September dan tanggal 14 – 17 September 2015 secara serentak di seluruh Indonesia. Hal ini menurutnya, dalam rangka memperingati HUT TNI ke-70 sesuai dengan perintah Danpuspomad kepada jajaran Polisi Militer di daerah.
“Sasaran dari kegiatan ini adalah pekan disiplin untuk menertibkan penyalahgunaan Nomor registrasi kendaraan TNI-AD,  penyalahgunaan stiker maupun atribut TNI-AD, kelengkapan administrasi kendaraan dinas maupun pribadi prajurit TNI-AD, penyalahgunaan senjata api,” terang Lettu. Cpm. Kurinci Kamis (17/09/2015).
Ia mengungkapkan tujuan pekan disiplin ini adalah untuk mengurangi insiden kecelakaan lalulintas (laka lantas) atau pelanggaran serta tindak pidana lainnya oleh Prajurit TNI-AD, di wilayah Kodim 0421/LS.
Selama melaksanakan razia Subdenpom II/3-2 Lamsel, bersama dengan jajaran Lantas Polres Lamsel, mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat penguna jalaan lintas sumantera.
“Kami sangat mendukung dengan kegiatan razia tersebut, kalau bisa sebulan, 1 kali pihak polisi militer melakukan razia kepada anggotanya TNI, dan agar anggota yang nakal  bisa jera, dan harapan kami kalau razia jangan hanya dari TNI AD saja, kalau bisa gabungan dengan TNI  AU, dan TNI AL dan POLRI. Untuk melakukan razia kepada anggotanya masing-masing,” kata Gopleh (31) salah satu warga yang melintas di jalan tersebut.
Pelaksanaan razia yang dilakukan sampai hari ini dimaksudkan juga untuk sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan atribut TNI yang semestinya. Saat ini dalam prakteknya banyak kendaraan baik kendaraan roda dua atau roda empat yang menggunakan atribut TNI bukan untuk peruntukkannya terutama kendaraan sipil.
Lettu. Cpm. Kurinci mengungkapkan dalam razia tersebut bagi kendaraan warga sipil yang menggunakan atribut militer tersebut, pemeriksaan dilakukan secara hormat, baik mengenai identitas pengendara maupun hal yang lainnya. Apabila atribut tersebut dipakai orang yang tidak berhak memakai, maka atribut tersebut dicabut dari kendaraan itu.
Warga sipil, lanjut Kurinci, tidak berhak menggunakan atribut militer tersebut. Dia menjelaskan atribut-atribut militer bukan digunakan untuk sembarangan dan hanya untuk kalangan tertentu saja.
“Saya mendukung karena banyak orang yang menggunakan simbol atau atribut TNI untuk ditempel di kendaraan dengan maksud dan tujuan tertentu bahkan ada yang menempel atribut tersebut namun bukan anggota TNI,”ungkap Somad warga Kalianda.
Somad bahkan mengakui munculnya atribut TNI di kendaraan tersebut seolah menjadi cara oleh pemilik kendaraan untuk menambah gengsi atau bahkan mengintimidasi pengguna kendaraan lain. Hal tersebut diakui Somad sebab pernah memiliki pengalaman nyaris diserempet oleh kendaraan yang dikaca belakang ditempel simbol TNI dengan baret serta pisau komando.
KAMIS, 17 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...