Desa Sembalun NTB, Objek Wisata Alam dan Buah-buahan

MATARAM — Keberadaan Desa Wisata Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu daerah yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tidak hanya banyak dikunjungi karena keindahan wisata alam yang masih sangat alami, juga karena keberadaan Desa Sembalun sebagai daerah subur penghasil sayuran dan buah-buahan.
“Kawasan Sembalun banyak dikunjungi bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena menjadi daerah penghasil sayur dan buah-buahan, karena itu sembalun akan dijadikan sebagai tempat pengembangan buah apel jenis apel Malang, di mana di Sembalun Lawang memang sudah ada kebun apel, tapi luasan tidak seberapa dan itu akan dikembangkan” kata Kepala Dinas Pertanian, Husnul Fauzi di Mataram, Sabtu (5/8/2015).
Fauzi mengatakan untuk luasan lahan perkebunan pengembangan pertanian buah apel sendiri mencapai 200 hektar, di mana nantinya akan dijadikan juga sebagai kawasan agro wisata.
Dikatakan, luasan pengembangan perkebunan apel sendiri yang akan dikembangkan Dinas Pertanian sebetulnya mencapai 300 hektar, tapi untuk yang 100 hektar sudah ada dan dikelola oleh salah satu prusahaan di kawasan Sembalun Lawang.
Pengembangan kawasan agro wisata apel ini akan didukung dua kelompok tani. Masing-masing kelompok menangani lahan seluas 100 hektar, dimana untuk alokasi dananya juga akan didukung pemerintah pusat melalu APBN untuk mendukung segala kebutuhan pengembangan kawasan
“Bantuan yang diberikan antara lain dalam bentuk bibit pohon, kelompok tani juga akan diberikan pembinaan dan penyuluhan, sarana dan prasarana produksi termasuk obat-obatan,”ungkapnya.
Dipilihnya sembalun sebagai kawasan pengembangan buah apel, kata Fauzi, karena Sembalun dianggap memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan buah apel jenis apel Malang, dari sisi iklim juga sangat mendukung, sehingga kita berharap muaranya akan berdampak pada kesejahteraan petani.
“Buah apel dipilih sebagai agro wisata di kawasan Sembalun, karena pasar penjualan penjualannya tidak terbatas, baik di dalam maupun luar daerah, apel itu dijual di mana-mana tetap laku asalkan kualitasnya tetap bagus,”.
Lebih lanjut Fauzi mengatakan, Sembalun, kalau dari sisi pariwisata sekarang ini sudah memiliki brand, bahkan dalam sepekan jumlah kunjungan wistawan bisa sangat tinggi ke tempat tersebut, karenanya potensi-potensi tersebut secepatnya harus di support untuk dikembangkan.
SABTU, 5 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...