Diduga Akibat Puntung Rokok, Semak di Jalinsum Terbakar

LAMPUNG — Kemarau panjang mengakibatkan rumput dan tanaman bawah di kawasan sekitar tepi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) terbakar. Kebakaran bahkan mengakibatkan asap tebal yang mengganggu pengendara kendaraan yang baru keluar dari Pelabuhan Bakauheni Lampung dan sebaliknya yang akan menuju Pelabuhan Bakauheni.
Rumput dan semak semak yang berada di sepanjang Jalinsum sebagian sudah kering karena mengalami kekeringan akibat kemarau. Akibatnya warna rerumputan itu telah berubah dari hijau menjadi kuning. 
Salah satu warga di Bakauheni Ujang (34) mengungkapkan, sore ini terjadi kebakaran yang diduga akibat sebatang puntung rokok ditambah tiupan angin yang relatif kencang, sehingga rumput yang sudah kering itu segera tersulut api dan kebakaran tak terhindarkan.
Menurut Ujang tiba-tiba terjadi kebakaran semak-semak yang cukup hebat di wilayah jalan utama, menuju Pelabuhan Bakauheni bahkan hanya beberapa ratus meter dari pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Api yang sebelumnya hanya satu titik kecil, kemudian dengan cepat membesar seiring dengan kerasnya tiupan angin dan mengakibatkan asap tebal.
Sementara itu Sodik (56) warga yang berada di lokasi kejadian menyesalkan terjadinya kebakaran di kawasan itu. Menurutnya, semak-semak yang masih kecil itu jika terbakar langsung mati, sedangkan semak-semak yang sudah besar masih bisa bertahan hidup sejauh masih ada daun yang tidak terbakar.
“Puntung rokok yang sempat saya lihat dibuang oleh pengendara yang melintas yang berasal dari arah pintu keluar Pelabuhan Bakauheni diduga menjadi penyebab kebakaran,” ungkapnya.
Ia kemudian bersama warga lain menggunakan kayu memadamkan api yang masih menyala bahkan membakar pohon pisang di sekitar lokasi kebakaran karena dikuatirkan akan merambat ke perumahan warga. Dan untuk mencegah kejadian seua terulan, dia bersama warga lain pun akhirnya memasang tanda peringatan agar pengguna jalan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

KAMIS, 3 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...