Disnakersos Minta Perusahaan Kooperatif Melaporkan Pekerja Asing

BALIKPAPAN — Dinas Tenaga Kerja dan Sosial kota Balikpapan meminta perusahaan yang berada di Balikpapan untuk kooperatif melaporkan pekerja asing untuk dilakukan pendataan, sekaligus memaksimalkan potensi retribusi sebagaiman diatur dalam Perda izin Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing (IMTA).
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial kota Balikpapan Tirta Dewi perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing diwajibkan melaporkan kepada pemerintah setempat. “Iya pekerja tenaga asing musti lapor ke Dinas Tenaga kerja dimana mereka bekerja. Ini berdasarkan pada Perda IMTA,” ujarnya, Minggu (6/9/2015).
Tirta menjelaskan penarikan retribusi pekerja asing ini bervariasi kewenangannya. Ia menyebutkan jika pekerja itu berkerja di pusat maka kewenangan penarikan ada di pusat, kalau antar daerah berarti kewenangnya ada di provinsi sedangkan jika dia menetap dan bekerja di satu daerah maka kewenangan penarikan retribusi ada pemerintah kota kabupaten. “Itu terkait data dan juga retribusi. Perbulan mereka kan harus membayar 100 dollar per tenaga kerja,” tuturnya.
Berdasarkan data tahun lalu, diketahui jumlah pekerja asing yang tinggal dan bekerja di Balikpapan sebanyak 400 pekerja asing. “ 400 orang pekerja asing itu yang melapor. Tapi bisa saja ada yang tidak melaporkan data pekerjanya.  Bisa jadi jumlah lebih banyak lagi. Makanya kita minta perusahaan yang ada di Balikpapan untuk koperatif melaporkan itu,”tandas Tirta Dewi.
Untuk itu, pihaknya melakukan pendataan dan meminta perusahaan untuk lapor guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah kota Balikpapan dari tenaga kerja asing.
MINGGU, 6 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...