Dongkrak Penjualan, Pedagang Hewan Kurban Siapkan Hadiah Menarik

JAKARTA — Hari Raya Idul Adha atau lebih dikenal dengan hari raya kurban sudah didepan mata. Setiap umat muslim yang mampu, akan membeli hewan kurban seperti sapi,  domba,  dan kambing untuk dikurbankan lalu secara pribadi, melalui masjid atau yayasan islam tertentu dan dibagikan kepada kaum miskin.
Seiring perkembangan jaman, penjual hewan qurban kota Jakarta dewasa ini menunjukkan beragam perkembangan menarik dalam tehnik penjualan mereka. Ada yang masih secara tradisional dengan hanya menjual saja,  namun ada pula yang menjual sekaligus membagikan bonus-bonus menarik bagi mereka yang membeli di lapak hewan qurban tersebut.
Safrudin,  pengelola lapak hewan di Jalan Pengayoman Kompleks Kehakiman Utan Kayu Utara milik Musholla Al-Awwabin Utan Kayu,  mematok harga hewan qurban dagangannya mulai 2,5 juta sampai 60 juta. Dari kambing, domba, sapi impor, sampai sapi hasil kawin silang antara sapi lokal dengan sapi impor.
Untuk membuat dagangannya sedikit berbeda dibanding lapak hewan qurban lainnya,  ia menyediakan hadiah langsung untuk setiap pembelian sapi lokal, impor,  maupun hybrid seperti smartphone Samsung,  home theatre, loudspeaker, sampai magicom.
” Hadiah dapat diterima langsung ditempat atau kita kirim ke rumah pembeli, ” ujar Safrudin, yang mendapatkan sapi-sapi dagangannya dari peternak sapi di lereng Gunung Manglayang,  Sumedang,  Bandung,  Jawa barat.
Sedangkan bagi Arif,  warga asli Utan kayu yang hanya berdagang hewan qurban jenis kambing dan domba mendapatkan semua hewan dagangannya dari wilayah Babelan, Bekasi. Ia memilih menggunakan cara dagang tradisional (tanpa bonus) agar ia bisa langsung menjual dengan harga yang bersaing dibanding pedagang lainnya.
” Disini saya beli langsung ke peternak,  jadi harus habis dagangannya agar ketahuan apakah saya mendapat keuntungan atau hanya balik modal. Harusnya bisa untung besar ya, akan tetapi namanya rejeki tidak bisa diprediksi, ” begitulah penjelasan Arif.
Untuk para pedagang hewan qurban,  sepuluh hari sampai satu minggu sebelum hari raya pasti permintaan akan hewan qurban akan berdatangan dengan sendirinya. Dan hari ini akan menjadi hari yang sibuk bagi para pedagang. Tinggal bagaimana para pedagang bernegosiasi dengan pembeli agar hewan qurban dagangannya laku.
RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...