DPRD Provinsi Jateng Sesalkan Penjualan Saham Tol Semarang – Solo

SEMARANG — Kalangan anggota Dewan DPRD Provinsi Jawa Tengah menyesalkan dengan adanya penjualan saham ruas jalan Tol Semarang – Solo yang sebelumnya dikelola PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah ( SPJT ).
Hal tersebut membuat anggota dewan marah besar, saham yang terdelusi mencapai 26,1 persen tersebut telah dijual kepada PT. Astratel Nusantara pada pertengahan Juli 2015 yang telah lalu.
Anggota dewan menyayangkan tidak ada komunikasi antara pihaknya dengan Pemprov Jawa Tengah terkait dengan pelepasan aset kepemilikan Pemprov Jateng sebelumnya. Rinciannya adalah, saham awal 40 persen, terdelusi dua kali tinggal 26, 1 persen, kemudian dijual kepada PT. Astratel 25 persen sesuai dengan penawaran.
Hasil penjualan saham diperkirakan senilai Rp. 7,8 triliun, dengan keuntungan penjualan senilai Rp. 277 miliar, sisa saham tol Jawa Tengah 1,1 persen, sempat mendapatkan bantuan APBN Rp. 2,7 triliun, dengan rencana pembelian  kembali ( buy back ) 3,9 persen saham PT. Jasa Marga ( Persero )
Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi kepada para wartawan mengatakan, pihak Pemerintah ( eksekutif ) harusnya bertindak sesuai prosedur saat melaporkan aset – asetnya, dewan sama sekali tidak pernah diajak berkomunikasi dalam hal ini. Pihaknya menyangsikan masalah buy back saham sebesar 3,9  persen, setelah menjualnya senilai 25  persen.
” Dengan sisa 1,1  persen di PT. SPJT, kenapa sahamnya dijual ? Padahal diperkirakan dalam lima tahun kedepan Pemprov Jawa Tengah akan panen keuntungan dari keberadaan jalan tol Semarang – Solo tersebut, ” sahutnya singkat.
Sementara itu, Direktur Utama PT. SPJT Krisdiani Syamsi menjelaskan, penjualan saham tersebut dilakukan semata – mata atas dasar menyelamatkan saham dari kerugian, jika tidak dijual sekarang, saham tersebut akan tereduksi, masalahnya Pemprov Jawa Tengah tidak memiliki uang untuk menyetorkan sahamnya .
” Dengan perhitungan mendapatkan keuntungan senilai Rp. 277 miliar dari hasil penjualan, merupakan suatu langkah yang tepat, sahamnya laku senilai tiga seperempat triliun, awalnya Pemprov Jawa Tengah memiliki saham 40  persen, terdelusi dua kali 30  persen dan 26,1  persen ” terangnya.
Dia menambahkan, pihaknya sudah mengirimkan surat ke PT. Jasa Marga ( Persero ) mengenai proses buy back tersebut, dengan memprediksi bantuan dari Pemerintah Pusat akan segera turun, sehingga pihaknya optimis mampu buy back saham 3,9  persen tersebut.
Dalam rapat pertemuan mengenai pelepasan saham tersebut dihadiri Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Afsirla Hartanto beserta anggota dewan lainnya, Assisten I Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Tengah, pihak PT. Trans Marga Jawa Tengah dan pihak PT. SPJT.
SELASA, 8 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...