DPU Manggarai Vonis Material Perbaikan Jembatan Wae Tibong Bermasalah

FLORES — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, memvonis material perbaikan Jembatan Wae Tibong di jalur Cumbi-Golocala, Desa Jaong, Kecamatan Satarmese, bermasalah. Hal ini disampaikan oleh Dinas PU Kabupaten Manggarai melalui Pejabat Pembuat Komitmen, John Bosco, berdasarkan hasil tinjauan visualnya atas sampel material terkait, Kamis (03/09/2015).
“Ini kalau kena air pasti berlumpur. Juga ini tidak ada butiran kerikil pasirnya. Coba lebih cepat diberitahu itu hari, kita bisa langsung cegat,” kata Bosco kepada Cendana News di ruang kerjanya sambil meremas-remas sampel material, Kamis (03/09/2015).
Bosco mengakui, pihaknya sebelumnya telah melarang kontraktor menggunakan cadas di tepi kali Wae Nuling karena dinilainya tidak memenuhi spesifikasi yang diharapkan. Demikian pula kiranya dengan cadas di tepi kali Wae Tibong. Sebagaimana diklaim warga, kualitas pasir pada cadas di Wae Tibong, pasalnya, bahkan jauh lebih buruk daripada yang terdapat di Wae Nuling.
Sementara itu, dari tinjauan lapangan yang dilakukannya belum lama sebelumnya, Bosco diduga tertipu oleh modus yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Pasalnya, yang tampak masih tersisa saat dirinya berkunjung ke lapangan adalah hanya material tipe pasir kali, yang oleh pihak kontraktor diakui berasal dari wilayah Purang. Padahal sebenarnya, sebagaimana dikeluhkan warga dan kemudian didapati sendiri oleh Cendana News, kontraktor terbukti menggunakan cadas di Wae Tibong sebagai material pasir.
Pantauan Cendana News, sekitar 98 persen perbaikan oprit Jembatan Wae Tibong menggunakan material cadas bukan pasir. Terkait dengan adanya penggunaan pasir kali dari Purang sebagaimana tampak dibiarkan tersisa oleh kontraktor, tindakan tersebut baru diambil persis usai warga mengambil sampel material untuk dilakukan uji laboratorium Dinas PU. Pasir kali kemudian digunakan saat finishing pekerjaan dan diperkirakan hanya untuk dua persen bagian yang belum rampung.
Dikabarkan, beberapa waktu sebelum kedatangan Bosco di lapangan, kontraktor bertindak mengelabui dengan berusaha menutupi bekas galian pasir bermasalah dengan tumpukan dedaunan dan tumbangan pepohonan. Alhasil, Bosco yang sebenarnya hendak meninjau kualitas material pasir yang dikeluhkan warga tidak memenuhi standar spesifikasi pun berhasil diperdayai begitu saja.
Sebelumnya, sebagaimana telah diberitakan, warga menilai, perbaikan Jembatan Wae Tibong hanya asal jadi. Di antaranya, spesifikasi material yang dipakai kontraktor untuk memperbaiki kerusakan jembatan tersebut, diklaim warga, tidak memenuhi standar.
KAMIS, 3 September 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...