Dua Lokomotif Tua di TMII Akan Pindah ke Museum Ambarawa

Salah satu lokomotif tua di Museum Ambarawa
SEMARANG — Dua lokomotif tua bersejarah yang saat ini berada di ditempatkan di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ), Jakarta Timur Taman akan dipindahkan PT KAI ke Museum KA Ambarawa.
Pemindahan yang direncanakan pada Desember mendatang, akan menambah koleksi musium tersebut, dimana saat ini gerbong dan lokomotif koleksi Museum Ambarawa jumlah totalnya sekitar 23 unit.
PT. KAI saat ini berupaya menyiapkan dokumen teknis terkait pengangkutan dua lokomotif tua buatan sekitar tahun 1900 an untuk selanjutnya ” diboyong ” ke Museum KA Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Menurut catatan sejarah, di masa lalu, saat masih aktif, kedua lokomotif pernah beroperasi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Sapto Hartoyo, Manager Museum PT. KAI mengatakan, sebelum dipindahkan, dua lokomotif tua buatan tahun 1900-an akan perbaiki sebelum sebelum dipajang di museum.
Sapto Hartoyo menambahkan, dengan kedatangan dua lokomotif tua bersejarah, diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung museum. Sebagai salah satu sarana edukasi.
“ Walaupun kedua lokomotif tersebut sudah tidak berfungsi seperti dulu, terangnya.
Sedangkan perawatan lokomotif dan gerbong di Museum KA Ambarawa dilakukan berkala secara rutin setiap bulan, untuk menjaga agar kondisi fisiknya tetap prima. Namun apabila  ditemukan ada bagian – bagian yang rusak, maka PT. KAI berusaha memperbaiki sedemikian rupa, tanpa harus menghilangkan keasliannya.
Saat ini PT. KAI memang sedang menata dan mengembangkan Museum KA Ambarawa, konon nantinya akan menjadi museum perkeretaapian terbesar di kawasan Asia. Diharapkan nantinya akan mampu menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan dimestik maupun wisatawan mancanegara.
Saat ini PT. KAI sedang berupaya keras segera mempercepat penyelesaian proyek ” pengaktifan ” kembali jalur rel ka yang sebenranya dulu sudah ada, namun sempat mati suri, yaitu jalur rel kereta api uap wisata jurusan Ambarawa – Tuntang – Kedungjati PP. Saat ini mereka sedang mengerjakan jalur rel baru, sedikit berbeda dengan jalur rel lama, menyesuaikan dengan kondisi sekarang.

Lokomotif dan gerbong

RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...