Dugaan Korupsi DKP Maluku, Kejati Kembali Periksa Saksi

AMBON — Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku kembali memeriksa saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pembuatan kapal ikan bobot 15 Gross Ton (GT) tahun  2013 milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku.
Informasi yang dihimpun Cendana News di kantor Kejati Maluku Selasa (15/9/2015) menerangkan, saksi berikut yang diperiksa adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Jhon Hursepuny selaku penerima kapal ikan bobot 15 GT untuk Koperasi Unit Desa (KUD) 04.
Selain itu penyidik juga memeriksa konsultan pengawas kapal ikan bobot 15 GT dalam hal ini Rensiun Talamia. Dua saksi ini diperiksa sejak pukul 11.00 WIT hingga pukul 16.00 WIT di ruang penyidik bagian Pidsus lantai I Kantor Kejati Maluku.
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat, Bobby Kin Palapia mengatakan, pemeriksaan masih dibutuhkan untuk kepentingan pemberkasan sebelum dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.
“Jaksa masih butuh keterangan terkait pemberkasan tersangka, sehingga pemeriksaan masih dilakukan,” kata Bobby.
Menyoal kapan BAP para tersangka dilimpahkan ke Pengadilan, Bobby mengatakan sementara ini pemeriksaan masih terus bergulir. Alasannya, untuk pelimpahan jika semua berkas telah rampung baru bisa dilakukan.
“Untuk pelimpahan belum tahu kapan. Karena pemeriksaan masih bergulir,” ujarnya.
Sebelumnya, tim penyidik Kejati Maluku Senin (14/9/2015) juga memeriksa tiga orang saksi terkait kasus dugaan tipikor proyek pembuatan kapal ikan fiberglass bobot 30 Gross Ton dan 15 Gros Ton tahun 2013 milik Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku.
SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...