Fahri: Impor Tenaga Kerja dari Tiongkok Ancam Pekerja Pribumi

NASIONAL — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah sangat menyayangkan kebijakan pemerintah yang ‘mengimpor’ pekerja asing dari Tiongkok, yang banyak berada di Banten banyak dan tidak mempunyai kemampuan khusus (unskill labour). Padahal saat ini masih banyak warga negara Indonesia yang tidak mempunyai pekerjaan alias Nganggur.
“Kita cek rata rata pekerja asing itu tidak mempunyai kemampuan khusus. Untuk apa impor, sementara di Banten saja setengah juta orang nganggur,” Ujar Fahri di Jakarta, Kamis, (10/09/2015).
Menurut Fahri keberadaan para tenaga kerja asing di NKRI, bisa mengancam pekerja Pribumi sendiri.
“Jadi ada uang abang sayang, gak ada uang abang ditendang, Ada modal datang, modal itu bisa memboncengi manusia-manusia kapitalis, khususnya dari negeri China,” ungkapnya.
Untuk Tenaga Kerja Asing (TKA) sambung Fahri, memang sangat sensitif, seiring dengan adanya pertarungan kapital antara Tiongkok, AS dan sebagian Eropa di Indonesia.
“Bangsa Indonesia seharusnya menjalankan amanat konstitusi karena kalau tidak maka NKRI tercinta akan terseret,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Hudaya mengkonfirmasi jumlah Tenaga Kerja Asing di Provinsi Banten hingga Agustus 2015 sebanyak 10.082 orang. Diperkirakan pada 2016 jumlahnya meningkat menjadi 25.200 orang.
KAMIS, 10 September 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...