Fasilitas Umum di Perbatasan RI-PNG Masih Minim

JAYAPURA — Perbatasan RI-PNG menjadi daya tarik para wisatawan lokal dihari kerja maupun libur. Sayangnya, fasilitas umum dari Pemerintah Indonesia masih banyak yang kurang.
Yulin (32), salah satu pengunjung perbatasan yang sempat berpose ria di wilayah Wutung, PNG mengaku sarana prasarana untuk mencapai perbatasan paling banyak gunakan kendaraan pribadi.
“Tapi ada juga yang gunakan kendaraan mobil rental,” kata Yuni di perbatasan RI-PNG, Skouw, Kota Jayapura, Rabu (16/09/2015).
Saat dirinya berkunjung di wutung, sempat membeli beberapa asesoris bergambar bendera PNG. Ia juga sangat berharap dibatas tersebut ada beberapa kuliner-kuliner ciri khas Papua.
“Dan juga kerajinan tangan hasil masyarakat di beberapa kabupaten kota yang ada di Papua, dapat menjadi daya tarik wisatawan dari PNG saat masuk ke wilayah Indonesia,” ujarnya.
Di wilayah PNG, yang tadi dirinya kunjungi, banyak penjual asesoris, yang memamerkan Negara PNG, seperti tato tempol bendera PNG.
“Ini tato tempel berwarna bendera PNG hanya 1 kina, dan bendera PNG ukuran kecil harganya 2 kina. Tapi tadi saya beli gunakan mata uang rupiah,” ujarnya.
Senada hal itu, Carlos pengunjung dari Kabupaten Jayapura mengatakan banyak wisata akan berkunjung ke sini, jikalau ada beberapa cafe maupun tempat penginapan.
“Kalau ada rumah makan yang bagus dan lokasi penginapan, itu sangat bagus, agar para wisatawan dari PNG maupun Indonesia dapat beristirahat,” kata Carlos.
RABU, 16 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...