Gedung Joang 45, Pesan Keteguhan Hati Perjuangan Anak-Anak Bangsa

JAKARTA — Tepat pada tanggal 19 Agustus 1974, Gedung Joang 45 diresmikan oleh Presiden Soeharto sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat jalan menteng dan sekitarnya,  masyarakat Jakarta,  bahkan seluruh rakyat Indonesia bahwa perjuangan mencapai kemerdekaan itu teramat panjang serta penuh airmata dan darah para pejuang.
Bicara mengenai Gedung Joang 45 Menteng 31 berarti kita sedang membangkitkan memori betapa keberanian para pemuda yang kala itu di fasilitasi pemerintah kolonial Jepang untuk memuluskan propagandanya di asia timur jauh akhirnya berhasil membelokkan hal tersebut menjadi gelombang aksi bawah tanah merebut kemerdekaan dari tangan Jepang.
Kelompok Menteng 31 adalah kumpulan pemuda dengan keteguhan hati terus berjuang melalui gerakan-gerakan bawah tanah untuk merebut kemerdekaan sekalipun berada dalam pengawasan musuh. Mereka yang tergabung dalam kelompok Menteng 31 adalah Sukarni,  Chaerul saleh, AM Hanafi, Adam Malik, Yusuf Kunto, Pandu Kartawiguna, dan Maruto Nitimihardjo.
Dari Gedung Menteng 31 inilah lahir banyak sekali kejadian bersejarah serta berbagai buah pikiran yang menjadi titik awal perkembangan indonesia sebagai sebuah bangsa merdeka, seperti peristiwa rengas dengklok,  peristiwa lapangan Ikada,  serta usulan peleburan PETA dan Heiho menjadi Tentara Rakyat Indonesia.
Semangat dan keteguhan hati Kelompok Menteng 31 harus selalu dijaga agar tetap hidup didalam diri tiap manusia indonesia. Gedung Joang 45 harus bisa menyebarkan pesan moral tersebut. 
Sejak dibuka untuk objek wisata, saat ini Gedung Joang 45 terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan.
Jasidi,  staff umum Gedung Joang 45 yakin bahwa kedepannya animo masyarakat serta para wisatawan baik mancanegara maupun domestik dapat menunjukkan grafik peningkatan setiap tahunnya. 
” Sekarang ini setiap senin merupakan hari khusus kunjungan dari wisman ditambah kunjungan-kunjungan dari rombongan mahasiswa dan pelajar luar daerah,  maka saya yakin Gedung Joang 45 akan menjadi peninggalan sejarah yang paling banyak dikunjungi,” papar Jasidi kepada Cendana News
Barang-barang menarik yang dapat ditemui di dalam Museum Gedung Joang 45 Menteng 31 adalah seragam Palang Merah wanita indonesia dalam perang kemerdekaan,  meja kerja serta kursi malas milik Bung Hatta,  seragam PETA,  samurai jepang, kereta kencana, dan beragam peninggalan-peninggalan sejarah lainnya.
Harapan kedepannya,  Gedung Joang 45 Menteng 31 dapat terus membawa pesan ketengah-tengah masyarakat tentang bagaimana keteguhan hati para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan tanpa memandang siapa,  apa,  dan bagaimana manusia indonesia tersebut,  selama ia adalah orang Indonesia maka perjuangan tidak boleh berhenti sebelum apa yang dicita-citakan terwujud.

SABTU, 19 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...