Gedung Negara Grahadi Dikepung Ribuan Buruh Sapujagat

SURABAYA — Gedung Negara Grahadi yang berada di Jalan Gubernur Suryo dikepung oleh ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Buruh Jawa Timur Menggugat (Sapujagat), Selasa (01/09/2015).
Dalam aksi tersebut, para buruh menuntut enam hal, yang diantaranya kesamaan hak dengan pegawai negeri sipil (PNS). Hal tersebut disampaikan melalui orasi oleh Koordinator Lapangan (Korlap) KSPI Gresik, Teguh Murdyanto.
“Jaminan pensiun buruh harus sama dengan PNS, hitungannya dari per bulan buruh kan bayar pajak, pajak masuk APBN, nah dari APBN dinikmati oleh PNS. Oleh karena itu makanya kami menuntut jaminan pensiun seperti PNS,” Tegasnya.
Selain masalah jaminan pensiun, juga menuntut pembubaran Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).
“PHI saat ini tidak pro buruh, banyak sengketa antara perusahaan dan buruh, yang dimenangkan selalu perusahaan, padahal perusahaan lah yang melanggar normatif,” Imbuhnya.
Selain itu, upah murah yang terus menerus menjadi masalah. “Upah yang layak tentunya sangat dibutuhkan oleh buruh, buruh juga perlu hidup layak,” Jelasnya.
Jika aksi ini tidak mendapat respon, maka Sapujagat akan terus melakukan aksi secara terus menerus.
Berikut tuntutan dalam demo buruh, yaitu :
  1. Bubarkan PHI / Revisi UU No. 2 Tahun 2004.
  2. Kenaikan Upah 2016 sebesar 25 % (KHL 84 item)
  3. Hapus Outsourching
  4. Revisi PP No. 45 / 2015 tentang Jaminan Pensiun. Manfaat pensiun harus sama dgn PNS yaitu 65% dari gaji terakhir.
  5. Revisi PP No. 46 / 2015 tentang JHT, dapat diambil kapan saja.
  6. Turunkan harga sembako dan sahkan Perda Perlindungan Buruh

SELASA, 1 SEPTEMBER 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...