Gelaran Tour De Singkarak Terancam Pekatnya Kabut Asap

Burhasman Bur, Kepalda Disbudpar Sumbar

PADANG — Perhelatan Tour De Singkarak (TDS) yang ke tujuh akan digelar awal Oktober, sementara itu kabut asap kiriman provinsi tetangga semakin pekat. Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumbar berharap kabut asap yang melanda daerah itu sejak seminggu terakhir segera hilang.
“Kita berharap, mudah-mudahan akhir September ini kabut asap sudah hilang karena pelaksanaan TdS bisa terkendala jika kabut asap masih pekat,” ujar Kepala Dinas Periwisata dan Ekonomi Kreatif Sumbar, Burhasman disela acara festival Sate, Soto dan Randang di Kota Padang, Sabtu (5/9/2015) siang.
Namun jika, kabut asap malah semakin pekat. TdS berkemungkinan akan diundur hingga dua minggu atau sampai waktu yang tidak ditentukan.
“Jika kabutnya masih tebal bisa jadi diundurnya satu atau dua minggu paling lama. Tetapi itu adalah opsi terakhir karena iven ini sudah terjadwal dan peserta telah mengkonfirmasi sesuai jadwal itu,” jelas Burhasman.
Menurut Burhasman, kabut asap ini adalah musibah yang tidak masuk dalam prediksi sejak awal. Sehingga antisipasi lebih diutamakan pada keselamatan.
“Siapa yang bisa memprediksi September ini akan ada kabut asap. Doakan saja agar secepatnya kabut asap ini hilang,” ungkap Burhasman.
Pihaknya tidak akan membatalkan TdS, namun hanya akan mengundurnya hingga kabut asap reda. Ia menjelaskan, jika TdS 2015 batal dilakukan. Hal ini akan berakibat buruk pada kredibilitas pengelolaan dan tentunya kredibilitas kepariwisataan Indonesia di mata para peserta.
“Kita tengah memikirkan berbagai langkah untuk mengantisipasi agar TdS tidak batal dilaksanakan,” lanjutnya.
Burhasman mengaku, pihaknya telah melakukan persiapan hampir mendekati angka 100% untuk helat olahraga sekaligus pariwisata di Sumbar ini.
Untuk Tour de Singkarak(TdS) 2015 ini, para pebalap menempuh jarak sepanjang 1343,1 kilometer melalui 18 kabupaten dan kota di Sumbar. Untuk pembukaan dan grand start-nya dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan. Dari informasi yang dikumpulkan. Hingga hari ini,  sudah 24 tim dari 36 negara yang mengkomfirmasi keikut sertaan mereka.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Disprasjaltarkim) Sumbar Suprapto. Mengaku tengah memacu pengerjaan perbaikan jalur yang akan di lewati peserta TdS di 18 kabupaten dan kota di daerah itu.
“Pada minggu kedua bulan September ini paling lambat perbaikan jalan untuk jalur Tour de Singkarak (TdS) 2015 rampung. Untuk saat ini semua pengerjaannya memasuki tahap akhir,” ujar Suprapto.
Suprapto menjelaskan, beberapa titik dalam proses akhir pengerjaan itu berada di Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Solok.
“Di Sijunjung kita melakukan betonisasi di beberapa titik. Pengerjaannya sudah hampir selesai,” jelasnya..
Sementara itu perbaikan jalan di Kabupaten Solok dijanjikan akan selesai dalam minggu ini. Lalu untuk jalur di Sawahlunto diprediksi akan tuntas minggu kedua.
“Kita pastikan, saat perhelatan akbar TdS 2015 pada 3 sampai 11 Oktober 2015, semua jalur aman untuk dilewati,” ujarnya meyakinkan.

SABTU, 5 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...