Gempa 6,8 SR di Kota Sorong, Papua Barat. 9 Orang Luka Berat

Bangunan yang roboh akibat gempa
JAYAPURA — Gempa 6,8 Skala Ricter (SR), sekitar pukul 01.30 WIT yang terjadi di Kota Sorong mengakibatkan kurang lebih 44 orang luka-luka dan sekitar 257 rumah mengalami kerusakan. Hingga kini, situasi berangsur-angsur pulih, namun sempat panik disaat gempa susulan terjadi beberapa kali.
Dari pantauan seorang jurnalis di Kota Sorong, Mike, mengaku dini hari sekitar jam 01.30 WIT, terjadi gempa yang membuat ratusan warga panik dan berhamburan keluar rumah. 
“Banyak warga lagi tidur, kaget bangun dan juga beredar isu Tsunami, jadi kepanikan sudah pasti,” kata Mike dari ujung selulernya, Jumat (25/09/2015).
Isu tsunami itu, lanjutnya, membuat ratusan warga mencari tempat aman di ketinggian, seperti di komplek Puncak Rafidin, kompleks perumahan Bea Cukai dan Ada beberapa titik kerusakan parah, daerah bambu kuning, kilo 12, Sukau. 
“Saat ini sudah kembali kerumah masing-masing, tapi masih was-was, karena adanya beberapa gempa susulan tadi siang jam 14.00 WIT,” ujarnya.
Dikatakannya, gempa semalam mengakibatkan amburadulnya arus lalulintas. Selain itu, data yang telah ia himpun, ada sejumlah hotel, kantor-kantor BUMN dan Pemerintah setempat mengalami keretakan pada dinding maupun lantai. 
“Cuma rumah-rumah warga yang banyak pada roboh, ruko saat ini masih pada tutup. Korban luka-luka, tadi saya lihat ada 42 yang sudah pulang kerumah dan 4 orang lainnya masih mendapatkan perawatan,” katanya.
Polres Sorong Kota, dibeberkan Mike, telah menghimbau, bahwa tidak ada Tusnami sesuai penyampaian BMKG Sorong. Sehingga masyakarat di Kota Sorong tidak terlalu was-was adanya isu-isu Tsunami tersebut.
Sementara itu, data yang dihimpun Cendana News dari Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, bahwa gempa bumi dengan kekuatan 6,8 SR yang berada di area 31 km Timur Laut Kota Sorong, 68 Km Timur laut Raja Ampat, 93 Km Barat Laut Kabupaten Sorong dan 311 Km Barat Laut Manokwari Papua Barat dgn kedalaman 10 Km. Gempa bumi tersebut tidak berpotensi terjadinya Tsunami.
Korban luka berat yang tengah dirawat di RSUD Sorong, antara lain:
  1. Fatmasari Majid (25) alami patah tulang pada kaki kiri;
  2. Pdt Jordan (56) alami luka sobek pada tangan kiri;
  3. Selita Waa (17) alami luka ringan memar pada lengan tangan kanan;
  4. Maria Titit (31) alami luka memar pada pinggang kanan;
  5. Lewiana Mambrasar (28) alami luka 2 jari kaki kiri putus;
  6. Adolf Gefilem (21) alami luka sobek pada lengan kiri yang mengakibatkan 2 pembuluh darah besar putus;
  7. Warsini (17) alami patah tulang pada kaki kanan;
  8. Rina Imbiri alami patah tulang pada lengan kanan bawah;
  9. Astrid Rizky Salawati alami patah tulang bahu.

Masih dari data Pendam, luka berat sebanyak 2 orang, luka sedang 3 orang dan luka ringan 39 orang dengan total keseluruhan sebanyak 44 orang. Sedangkan kerugian materil dari data BNPB Sorong, sebanyak 257 unit rumah mengalami rusak ringan dan berat.
Sejumlah Ruko tutup pasca gempa di Kota Sorong

Nampak keretakan jalan raya di Sorong, Papua Barat
JUMAT, 25 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...