Gunakan Konsep Moderen, Pengecer Bensin Berhasil Tingkatkan Pelanggan

BALIKPAPAN — Bisnis bermodal stan atau gerobak yang terbuat dari plat, drum penampung bahan bakar minyak (BBM) yang baru muncul di Balikpapan ini memikat pembeli.
Irwan Abdullah pemilik usaha mencoba dengan konsep jualan bensin menggunakan gerobak yang lebih modern. Drum penyambung BBM berkapasitas 200 liter, nozzle, selang bergilir kawat, tabung yang dilengkapi tera atau alat ukur, dan pompa untuk mengisi tabung dari drum dan neon box ini setiap hari digunakan untuk berjualan bensin.
Irwan mengaku sudah 8 bulan bisnis bensin eceran ala SPBU mini. Selama usaha ini ditekuninya permintaan yang datang cukup besar dibanding saat mengecer menggunakan botol per liternya. 
“Dari segi keuntungan memang lebih besar ngecer dengan botol. Kalau ini takarannya pas tapi lebih praktis,” serunya disela aktivitasnya, Minggu (13/09/2015).
Per liter BBM-nya dibandrol Rp.9 ribu. Saat kondisi sedang ramai, penjualannya mencapai hingga 100 liter per hari. Namun saat kondisi normal hanya 50 liter per hari. “Kalau mati lampu seperti sekarang, hari libur dan akhir pekan pasti ramai,” pukaunya ramah.
Tingkat keramaian pembeli juga mempengaruhi pengisian di SPBU. “Ya kalau lagi ramai 4 kali sepekan tapi kalau normal hanya 3 kali,” sambung Irwan.
Melayani penjualan sejak pukul 06.00-18.00 Wita, Irwan mengklaim berhasil menghimpun pelanggan dari berbagai kalangan. “Kebetulan saya berada di antara SPBU Kebun Sayur dan Karang Anyar. Jadi sangat strategis,” tandasnya.
Irwan juga memastikan perangkat yang digunakan lebih aman dari ancaman kebakaran. Ia mengetahui perangkat Pertamini tersebut dari kerabatnya yang ada di Jakarta yang kini lagi booming. “Pompa, tabung, selang dan noozle saya datangkan dari Bandung. Harganya waktu itu Rp3 jutaan sekarang sudah turun menjadi Rp2,7 jutaan, kalau gerobak dan lainnya saya rakit sendiri,” imbuhnya. 
MINGGU, 13 September 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...