Harga Cabai Rawit Merah di Semarang Masih Relatif Mahal

SEMARANG — Dibandingkan Agustus 2015, harga cabai rawit merah di beberapa pasar tradisonal Kota Semarang memang telah mengalami penurunan harga. Dimana saat itu harga cabai rawit merah Rp. 60.000 per kg, sekarang harganya mengalami penurunan pada angka Rp. 53.000 per kg.
Yono, seorang pedagang sayuran di Pasar Johar, Kota Semarang, ketika ditemui Cendana News mengatakan, jika dibandingkan bulan lalu harga cabai, khususnya jenis cabai rawit merah memang mengalami penurunan, namun harganya masih relatif mahal.
“Masih relatif mahal jika dibandingkan bulan – bulan sebelumnya pada kisaran harga Rp. 30.000 per kg,” terangnya singkat di Semarang, Senin (14/09/2015).
Penurunan harga cabai rawit merah dimulai pada saat awal bulan September 2015, juga diikuti dengan penurunan harga cabai jenis lainnya. Harga cabai rawit hijau turun harga dari sebelumnya Rp. 30.000 per kg kini menjadi Rp. 28.000 per kg. Sementara itu harga cabai merah keriting turun harga dari Rp. 40.000 per kg, sekarang harganya Rp. 35.000 per kg.
Sementara itu, pedagang aneka jenis cabai di Pasar Karangayu, Semarang, Susanti menyebutkan, masih tingginya harga cabai disebabkan keterbatasan stok.
“Penyebab harga cabai sampai sekarang masih mahal diakibatkan keterbatasan stok persediaan di pasaran, sedangkan hampir semua daerah penghasil cabai telah melewati masa panen,” terang Susanti,.
Dari pantauan Cendana News, meskipun harga berbagai aneka jenis cabai masih relatif tinggi, namun rupanya hal tersebut sama sekali tidak mengurangi keinginan warga masyarakat, terutama bagi mereka yang menyukai  rasa pedas, tentu pasti akan membeli cabai setiap hari.
Salah satu pedagang lombok di Pasar Bulu, kota Semarang, bernama Sastrowiryo menjelaskan, sekarang harga cabai rawit merah harganya memang menurun, tapi masih termasuk mahal, dulu harga cabai rawit merah saya jual Rp. 61.000 per kilonya, sekarang saya jual per kilo Rp. 54.000.
Selain terbatasnya ketersediaan stok yang menyebabkan harga cabai masih mahal, faktor lainnya adalah datangnya musim kemarau berkepanjangan, hal tersebut jelas sangat berpengaruh besar terhadap hasil panen para petani cabai.
SENIN, 14 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...