Harga Turun, Permintaan Daging Ayam di Lampung Meningkat

Transaksi jual beli daging ayam
LAMPUNG — Memasuki hari raya Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah/2015 Masehi,  harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Lampung Selatan Provinsi Lampung masih stabil namun cenderung menurun. Seperti diakui beberapa pedagang ayam di pasar Bakauheni, Pasar Pematang.
Dalam sepekan terakhir, terjadi penurunan harga dan hal tersebut berdampak positif terhadap peningkatan penjualan daging ayam. Menurut Sumini (34) salah satu pedagang ayam di Desa Pematang Pasir, jumlah pembeli meningkat mencapai sekitar 70 persen. Kenaikan permintaan tersebut juga terjadi akibat sebagian masyarakat mulai mempersiapkan untuk hajatan atau menikahkan anaknya setelah hari raya kurban atau dikenal dengan hari besar.
“Permintaan sudah ada dengan sistem pesanan rata rata di atas 30 ekor dan karena permintaan cukup banyak harga cenderung turun,”ungkap Sumini kepada Cendana News, Rabu (23/9/2015).
Selain menyediakan kebutuhan ayam potong yang ditampung di rumahnya, Sumini juga mengaku malam sehari stok sebanyak 75 ekor ayam potong selalu habis terjual. Ia mengaku saat harga masih mahal stok ayam yang ia miliki tidak habis terjual. Kisaran harga ayam saat ini diakuinya bisa mencapai Rp25ribu hingga Rp32ribu perekor tergantung ukuran padahal sebelumnya bisa mencapai Rp35 ribu hingga Rp37ribu. 
“Jika harga normal dan cenderung turun dari hari biasa maka sehari saya siapkan 90 ekor lebih pasti habis tapi kalau sedang mahal orang beralih ke lauk pauk lain sehingga stok tidak terjual dan terjadi penurunan penjualan sekitar 60 persen,”terangnya.
Meskipun harga daging ayam turun namun dipastikan mulai esok hari saat perayaan hari raya kurban (24/09) serta beberapa hari sesudahnya permintaan akan daging ayam dari masyarakat umum akan menurun. Seperti tahun tahun sebelumnya warga memilih mengkonsumsi daging sapi, daging kambing. Sementara permintaan dalam jumlah besar justru akan terjadi sepanjang bulan besar atau setelah Idul Adha sebab sesuai tradisi banyak warga yang memiliki hajatan atau resepsi.
Sumini mengaku setiap harinya biasanya ada penurunan jumlah ayam yang dijual antara Rp 200/kg sampai Rp 300/kg pada hari biasa namun kini sudah mulai bisa menjual sekitar 400 kilogram perhari. Untuk ayam dengan sistem kilogram ia mengaku menjualnya dengan harga Rp 27.000/kg. 
Sementara itu penjual daging sapi Sumadi (35) menerangkan  menghadapi sehari menjelang Hari Raya Idul Adha, kemungkinan harga daging bisa kembali naik. Sebab, banyak masyarakat yang membutuhkan daging.
“Setiap lebaran haji memang selalu naik. Ya wajar sih kan banyak orang yang butuh daging meskipun ada yang sudah memperolehnya dari panitia kurban tapi jumlahnya juga tak terlalu banyak sehingga membeli di sini,”ungkapnya.
Berdasarkan pengalamannya sebagai penjual daging sapi, kenaikan harga daging sapi bisa di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 3.000/kg. Hal tersebut cukup wajar dan sudah biasa kalau mau lebaran haji, harga daging ayam akan naik sekitar Rp 1.000 sampai Rp 2.000/kg. Sementara, harga daging sapi justru masih tinggi. Pedagang sapi potong masih menjual dengan kisaran harga antara Rp 120.000 hingga Rp 135.000/kg.
Namun meski demikian, menurut Sumadi penjualan yang tak pernah habis karena sebagian warga berharap  akan menerima daging kurban. Hal itu yg membuat penjualan daging di pasar tidak pernah habis.
Sementara itu beberapa penjualan komoditas lain mengalami kenaikan diantaranya  harga cabai merah yang sebelumnya Rp24 ribu per kilogram naik menjadi Rp28 ribu per kg. Sementara, harga tomat semula Rp6 ribu per kg naik menjadi Rp8 ribu per kg. Sedangkan harga ayam potong semula Rp33 ribu per kg naik menjadi Rp38 ribu per kg.
Seorang pedagang daging sapi

RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...