Hasil Mediasi, Keraton Sarankan Lima PKL Mengosongkan Lahan

Kuasa Hukum Keraton, Achiel Suryanto
YOGYAKARTA — Upaya mediasi yang dilakukan pihak keraton terkait sengketa lahan antara lima pedagang kaki lima dan seorang pengusaha bernama Eka Aryawan, sedikit menemukan harapan titik temu. Terungkap dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak berseteru selama ini belum pernah bertemu langsung, kecuali dalam pertemuan yang kemudian menghasilkan kesepakatan damai pada tahun 2013.
Pertemuan mediasi PKL Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan Yogyakarta di Bangsal Panitikismo, berakhir sekitar pukul 14. 00 wib. Usai pertemuan tertutup, kuasa hukum Keraton, Achiel Suryanto, didampingi jajarannya menjelaskan, bahwa ada beberapa hal yang selama ini belum diketahui. Misalnya, selama ini pihak berseteru belum pernah bertemu langsung, sehingga dimungkinkan kalau dipertemukan langsung bisa terjadi solusi yang sama-sama menyenangkan.
“Karena itu salah satu poin dalam pertemuan ini, kami memutuskan akan mempertemukan para PKL dengan Eka Aryawan tanpa didampingi kuasa hukumnya masing-masing”, kata Achiel.
Kecuali itu, Achiel juga menjelaskan jika ada kemungkinan kesalah-pahaman mengenai batas lahan. Seperti diketahui, PKL meyakini menempati lahan di luar lahan kekancingan seluas 73 meter persegi milik Eka Aryawan, sementara Eka Aryawan menganggap kelima PKL itu menempati lahannya tanpa izin. “Pihak PKL mengukur luas lahan itu secara konvensional, maka dimungkinkan ada salah ukur jika diukur secara pertanahan”, ungkap Achiel.
Sementara itu berkait perizinan pemanfaatan lahan, sejak 2013 kelima PKL sudah tidak bisa mengajukan izin lagi karena mulai tahun itu keraton sudah tidak mengeluarkan kekancingan berkenaan dengan moratorium. Sedangkan, kekancingan yang diberikan kepada Eka Aryawan sudah sejak 2011.
 “Lagi pula jika PKL mengajukan izin berdagang di tempat yang selama ini mereka tempati, keraton juga tidak mungkin memberikan. Karena lahan itu sebenarnya merupakan lahan hijau dan trotoar”, jelas Achiel.
Dengan berbagai resiko yang mungkin harus ditanggung oleh para PKL, lanjut Achiel, maka pihaknya menyarankan agar para PKL tidak meneruskan perkara di pengadilan dan menawarkan berbagai solusi di antaranya dengan memberi kerohiman atau ganti rugi. 
“Namun untuk sementara ini, kami masih akan mempertemukan kembali PKL dan Eka Aryawan secara langsung tanpa didampingi oleh kuasa hukum masing-masing pihak. Diharapkan dengan pertemuan prinsipal tanpa didampingi kuasa hukum, kedua belah pihak bisa memutuskan kesepakatan dari hati ke hati”, ujar Achiel.
Sementara itu, salah satu PKL tergugat, Budiono, ditemui usai mediasi mengatakan, jika pihaknya tetap akan meminta agar dibolehkan menempati lahan yang selama ini ditempatinya untuk berdagang sehari-hari. Sedangkan, pihak LBH Yogyakarta selaku kuasa hukum kelima PKL, pun juga menyatakan akan terus mendampingi kelima PKL sampai kasusnya benar-benar selesai. 
SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...