Hingga Agustus, 2.500 Tenaga Kerja di Balikpapan Kembali Menganggur

BALIKPAPAN — Jumlah tenaga kerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Balikpapan hingga Agustus 2015 mencapai 2.500 pekerja. Data tersebut berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Sosial kota Balikpapan pada Januari – Agustus 2015.
Kepala Disnakersos Balikpapan, Tirta Dewi menuturkan data yang tercatat tersebut mereka yang di PHK merupakan tenaga kerja yang di PHK secara alami bukan PHK secara massal. 
Tirta Dewi
“Ya mereka yang di PHK itu bukan PHK massal melainkan alami seperti habis kontrak dan efisiensi,” jelasnya, Rabu (15/9/2015).
Berdasarkan data yang dihimpun Disnakersos korban PHK itu dari sektor jasa, Kelistrikan, Migas dan hotel.
Untuk itu, pihaknya kini melakukan penanggulangan dini dengan langkah awal melakukan pendataan korban PHK baik mendata korban PHK secara massal maupun kumulatif. Kemudian nantinya akan dibentuk tim untuk membuat kebijakan yang cocok untuk wilayah Kaltim.
Tirta menjelaskan, saat ini terus dilakukan koordinasi dengan Disnakertrans Kaltim untuk mencari solusi dari jumlah pengangguran yang dipastikan akan meningkat. 
” Koordinasi terus dilakukan. Dan Balikpapan juga mendata terus korban PHK dari sektor mana saja,” sambungnya.
Ia menerangkan, kemungkinan upaya selanjutnya dengan memberikan pelatihan ketrampilan yang sesuai dengan pasar kerja di Kalimantan Timur.
Selain itu, harapannya korban PHK juga berwirausaha mandiri sehingga juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Diketahui dengan tambahan PHK maka jumlah pencari kerja atau pengangguran di Balikpapan mencapai 10 ribu lebih, dari sebelumnya sekitar 7 ribuan. 
RABU, 16 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...