Hujan Guyur Lampung, Drainase Buntu Jalanan Tergenang Air

Hujan deras guyur wilayah provinsi lampung, air menggenangi jalanan
LAMPUNG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung beberapa jam setelah sekian lama kemarau laksana oase di padang pasir. Tingginya curah hujan tersebut memberikan dampak positif sekaligus negatif.
Dampak positif, air hujan dapat menyirami tanah, lahan pertanian dan perkebunan hingga menjadi pasokan air bagi sumur masyarakat, seperti yang terpantau Cendana News, Minggu (27/09/2015).
Bagi warga wilayah Tanjung Senang Bandarlampung, hujan yang berlangsung cukup singkat tersebut merupakan berkah tersendiri sebab beberapa pekan kondisi udara di Bandarlampung cukup kotor dengan adanya asap dan debu. 
Sarmun (45) warga Tanjung Senang berharap hujan pun masih tetap akan berlangsung beberapa hari ke depan meskipun kondisi tersebut juga akan sangat membahayakan.
“Hujan tetap disyukuri tapi kita juga tetap waspada karena beberapa wilayah harus siap siap mendapat banjir kiriman yang biasa terjadi saat musim hujan turun,”ungkap Sarmun.
Sementara untuk wilayah Pringsewu, hujan yang turun selama lebih kurang dua jam tersebut diakui oleh salah satu warga Kampung Sawah Pringsewu cukup membantu membersihkan debu serta menyiram tanaman warga. Warga bahkan menggunakan kesempatan hujan yang turun tersebut dengan menampung air hujan di bak atau ember penampungan.
“Lumayan hujan hampir setengah jam lebih bak bak air bahkan penuh bisa untuk menyiram tanaman kalau besok tidak turun hujan lagi selain itu udara lebih bersih dan kabut asap yang masih ada cepat hilang,”ungkap Sopiah (34) warga Kampung Sawah kepada Cendana News.
Namun kondisi tersebut sedikit disayangkan, karena dalam beberapa waktu terakhir, kondisi drainase yang berada dipinggir jalan banyak yang tersumbat sehingga menyebabkan air meluber ke jalanan. Dari pantauan, air yang mengenangi hampir setinggi mata kaki orang dewasa.
Kondisi drainase yang tak dibersihkan akibat sampah sampah yang berada di saluran air mengakibatkan jalanan pun tergenang air hujan. Bahkan air yang sudah mengalir ke drainase di pinggir jalan meluap ke jalanan akibat kondisi saluran air yang dipenuhi oleh sampah plastik dan daun daunan.
Beberapa ruas jalanan berlubang yang saat kemarau terlihat pun tergenang air sehingga pengendara kendaraan roda dua harus ekstra hati hati terutama di ruas jalan dari Pringsewu arah Kecamatan Ambarawa. Jalanan yang berlubang saat musim kemarau bahkan berubah menjadi seperti kubangan air yang dilintasi oleh kendaraan roda empat dan roda dua.
“Selama musim kemarau kan saluran air kering dan sampah menumpuk jadinya air sampai meluap ke jalanan lagi ini bisa membahayakan pengendara kendaraan roda dua jika ada jalanan berlubang,”ungkap Sopiah salah satu warga.
Hujan deras juga mengguyur wilayah Tanjung Senang Bandarlampung selama hampir setengah jam. Air hujan yang dalam beberapa pekan tidak turun bahkan menggenangi jalanan yang mengakibatkan beberapa selokan di wilayah ibukota Lampung tersebut tergenang air.
Ia pun menyayangkan kondisi drainase yang saat ini penuh sampah sehingga saat hujan saluran air tertutup sampah. Ia berharap luapan air jika hujan terjadi terus menerus tidak sampai masuk ke perumahan warga yang rata rata memiliki bangunan beton dan minim resapan air.
MINGGU, 27 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...