hut

Ide Kreatif Sangat Dibutuhkan untuk Mengembangkan PJR Kabupaten Konawe


KONAWE-–Bagi pengendara yang menuju kabupaten Kolaka dari kota Kendari atau sebaliknya tentu sudah tidak asing dengan pusat jajanan yang menjadi pilihan bagi para pengendara untuk beristirahat yaitu PJR (Pusat Jagung Rebus). PJR berada 35 kilometer dari pusat kota Kendari tepatnya di Pondinaha kabupaten Konawe. 
Selain menjadi tempat singgah/istirahat bagi para pengendara yang melewati jalur tersebut, PJR juga merupakan salah satu tujuan wisata kuliner yang banyak diminati terutama bagi masyarakat Kendari yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. 
Sesuai namanya, sajian utama yang dijual di PJR adalah jagung rebus. Jika hanya sekedar PKL (Pedagang Kaki Lima) menjual jagung rebus, rasanya bukanlah hal istimewa, banyak juga ditemui di beberapa tempat di Kendari. 
“Iya memang hanya jualan jagung rebus, tapi di sini kan istimewa, kita bisa memilih warung yang berjajar sepanjang 3 kilo, PKL berjajar sepanjang 3 kilo ya hanya ada di sini,” jelas Ilo salah satu pengunjung yang Cendana News temui pada Minggu (27/9/2015).
Pusat jajanan yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu ini memang tidak pernah sepi pembeli terutama di akhir pekan atau hari libur, tetapi sayang kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Hal ini bisa dilihat dari belum adanya fasilitas umum yang memadai, semuanya dibuat secara swadaya oleh penjual, fasilitas yang dibuat oleh mereka pun sangat sederhana, dan beberapa tempat bahkan tidak layak untuk digunakan. 
Menurut Bu Lela, salah satu penjual di PJR, satu-satunya daya tarik di tempat ini hanyalah warung kaki lima yang menjajakan jagung rebus sepanjang 3 kilometer, tidak ada yang lain karena pemerintah memang tidak berusaha mengembangkan lokasi wisata kuliner ini menjadi lebih menarik sehingga bisa meningkatkan wisata kuliner di kabupaten Kolaka. 
“Tapi itu pun saya sudah bersukur karena bisa mendapatkan rezeki dengan menjual jagung rebus di PJR ini, hasilnya lumayan karena pembeli memang tidak pernah sepi khususnya kalau malam minggu dan minggu begini,” ujarnya sambil memperlihatkan jagung rebus dagangannya yang ia jual dengan harga Rp 5.000.
Untuk mencapai PJR, jika mengendarai mobil dari kota Kendari dibutuhkan waktu 1 jam, jarak tempuh yang cukup jauh. Andai pihak terkait bisa mengembangkan PJR seperti pusat wisata Puncak di Jawa Barat, pasti jumlah pengunjung akan semakin terus bertambah dan itu tentu bisa menjadi salah satu media promosi bagi Pemkab Konawe. 
“Iya juga sih, kalau dibuat seperti Puncak kan bagus yah, ada penginapan di wilayah ini sehingga bisa jadi tujuan wisata bersama keluarga di akhir pekan sambil menginap di sini,” ujar salah satu pengunjung yang mengaku sering mengajak keluarganya menikmati jagung rebus di PJR di akhir pekan, usai gajian. 
Ia berharap, pemerintah memiliki ide kreatif untuk mengembangkan PJR menjadi lebih menarik, agar kabupaten Konawe semakin dikenal oleh wisatawan lokal atau bahkan wisatawan luar negeri dan bisa menjadi salah satu daya tarik bagi Sulawesi Tenggara, sehingga wisatawan pun mengenal kabupaten Konawe. 
“Banyak potensi di Sultra ini tetapi yang sangat dikenal hanya Wakatobi saja. PJR jika dikembangkan lebih kreatif pasti lebih menarik, karena bertahun-tahun PJR berdiri memang begini-begini aja sih, tidak ada perubahan,” pungkasnya.
MINGGU, 27 SEPTEMBER 2015
Jurnalis : Okent
Foto : Okent
Editor : Sari Puspita Ayu

Lihat juga...