Imam Besar Istiqlal Prihatin Terhadap Perubahan Orientasi Ibadah Haji

JAKARTA — Perubahan orientasi dari ibadah menjadi wisata religi bagi yang berduit mengundang keprihatinan Imam besar masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub. Dikatakan,  haji menjadi ajang wisata bertamasya orang-orang berduit yang menganggap ibadah tersebut sebagai gengsi.
“Sebagian umat Islam di tanah air telah menganggap ibadah haji ini sebagai gaya hidup atau life style,” ujar Ali Mustafa, di Jakarta, Selasa (29/09/2015).
Menurutnya, wajib haji bagi umat Islam hanya satu kali dalam hidup. Karena itu, orang-orang yang punya banyak uang sebaiknya tidak melakukan haji ulang. Sebab, haji berulang ulang itu bisa menjadi haram.
“Sistem sekarang, dilihat bahwa kuota haji sangat terbatas, kalau mereka pergi haji berulang-ulang, orang yang belum pernah pergi haji dan ingin berangkat harus menunggu lama, Kalau daftar sekarang ya bisa 15 tahun lagi, baru berangkat,” jelasnya .
Dikatakan, untuk berangkat haji butuh waktu belasan tahun lantaran panjangnya antrian untuk mendapatkan kuota haji.
Mangurungi hal tersebut, pemerintah harus memperhatikan beberapa hal penting, diantaranya, lebih tegas melakukan seleksi. 
“Jadi, yang boleh berangkat adalah mereka yang belum pernah pergi haji,”katanya.
Selain itu, jumlah pejabat dan pengawas haji juga harus dibatasi. Selama ini, menurut KH Ali Mustafa, sangat banyak pejabat Negara yang berangkat haji menggunakan fasilitas haji dengan mengatasnamakan pengawas.
“Banyak di antara mereka yang keberadaannya tidak penting hanya bisa menambah banyak jamaah di sana. Ke depan harus lebih selektif,” tandasnya
Bahkan, lanjut dia,ada beberapa masyarakat yang memalsukan identitas agar bisa naik haji lebih dari sekali. Padahal Rasulullah Muhammad SAW pun hanya sekali menunaikan ibadah haji.
Mustafa Yaqub Mengatakan Mestinya para ulama juga mengingatkan jemaahnya bahwa naik haji itu cukup satu kali saja sebagaimana yang dilakukan Rasulullah.
“Setelah hijrah, Rasulullah punya kesempatan tiga kali untuk melakukan haji. Tapi Rasulullah menunaikan ibadah haji hanya satu kali saja,” tutupnya.
SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...