Insiden Bendera Mengawali Pertempuran Besar di Indonesia

Sang Dwi Warna berkibar di Hotel Majapahit
SURABAYA — Amukan massa yang berujung pada perobekan bendera diawali dari pihak Agresor Asing yang mengibarkan bendera mereka (Belanda) di wilayah kedaulatan RI. Arek-arek Surabaya tidak terima. Pembicaraan antara pemimpin massa dengan pihak Belanda juga berujung perkelahian dan amukan massa, menurunkan bendera, merobek warna biru dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih (Sang Dwi Warna).
Dr. Ananto Sidohutomo
Kejadian tersebut dikenal sebagai nama ‘Insiden Bendera’. Lokasi perobekan bendera berada di Situs Menara Bendera sisi Utara Yamato Hoteru (sekarang Hotel Majapahit) di Jalan Tunjungan Surabaya.
Dr. Ananto Sidohutomo, budayawan sekaligus dokter ini mengungkapkan Insiden Bendera merupakan awal pertempuran lain di Indonesia.
“Pertempuran bendera ini diikuti diseluruh wilayah RI untuk mengusir musuh, seperti pertempuran 28,29,30 Oktober dan 10 November 1945 di Surabaya, Palagan Ambarawa, Perjuangan Gerilya Jenderal Soedirman, Bandung Lautan Api, Pertempuran Medan Area, Pertempuran Margarana di Bali, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang dan Pertempuran Lima Hari di Semarang,” terangnya kepada Cendana News, Selasa (22/09/2015).
Disebutkan, Peristiwa perobekan bendera ini, sejatinya mengingatkan rakyat Indonesia agar kembali mengenang dan memperingati nilai-nilai kepahlawanan yang ditunjukkan arek-arek Surabaya yang berani mengorbankan jiwa raganya demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sebab bila keliru memaknai sejarah, kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju. Hanya bisa berkali-kali tergelincir dan jatuh di lubang yang sama. Musuh terberat kita bukan yang dari luar sana, melainkan dari dalam diri kita sendiri,” tandas bapak empat anak ini.
SELASA, 22 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...