Insiden Timika, Kapolda Papua: Polisi Jalankan Protap

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw
JAYAPURA — Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyesalkan insiden perusakan pos Brimob dan pembakaran beberapa lapak pedagang yang berjualan di pasar gorong-gorong, Kabupaten Timika pada Senin (28/09/2015) malam yang diduga buntut dari penembakan dua warga sipil.
Menurutnya hal tersebut tidak perlu terjadi jika tidak ada kesalahpahaman dalam informasi antara kepolisian dan pihak masyarakat. Dan pihaknya akan buktikan penyabab kematian korban warga sipil tersebut, apakah disebabkan karena anggota atau ada hal lainnya. 
“Itu harus dibuktikan dengan proses otopsi mayat. Kami akan transparan apabila anggota lalai melakukan pelanggaran bahkan  pidana itu akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” bebernya di Jayapura, Selasa (29/09/2015).
Waterpauw menilai bahwa insiden berawal dari pengrusakan rumah oleh sekelompok orang, seketika aparat kepolisian datang untuk mengamankan situasi. Namun ada kelompok yang melawan anggota, saat itu juga anggota melakukan langkah-langkah pengamanan sesuai dengan prosedur tetap (Protap) kepolisian.
 “Untuk mencegah meluasnya kejadian itu pasti dengan upaya-upaya cepat dengan cara melakukan upaya menghambat pergerakan lebih jauh,” kata Waterpauw, Selasa (29/09/2015).
Pengamanan dengan meminimalisir lokasi bentrokan, diterjemahkan berbeda oleh masyarakat, seperti anggota melakukan tindak kekerasan, namun menurutnya tindakan yang dilakukan anggotanya sudah sesuai dengan langkah-langkah kepolisian. 
“Ini jelas sebuah kejadian, di sana anggota pasti melakukan upaya peringatan,” ujarnya.
Hingga kini, dari informasi yang dihimpun media ini, Kota Mimika mulai normal, pasca kejadian penembakan warga tersebut, dan pihak kepolisian tengah melakukan penyidikan insiden tersebut.

SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...