ISPU di Atas 100, Kualitas Udara di Balikpapan Tidak Sehat

Kabut asap selimuti Kota Balikpapan
BALIKPAPAN — Sejak kabut asap menyelimuti kota Balikpapan dalam satu bulan terakhir menyebabkan kualitas udara dinyatakan tidak sehat. Kondisi terpantau dalam satu minggu terakhir pada indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai angka 134.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Suryanto menerangkan,  batas udara masih dinyatakan tidak membahayakan yakni di angka 100. Apabila angka di atas 100 maka udara dinyatakan tidak sehat. 
Suryanto
“Setelah ada asap, angka ISPU  naik turun antara 135 – 253. Kemarin turun tapi masuk kategori tidak sehat. Diatas 100 ISPU-nya berarti tidak sehat,” tandasnya, Selasa (29/9/2015).
ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu: karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), Ozon permukaan (O3), dan partikel debu (PM10).
Di Indonesia ISPU diatur berdasarkan Keputusan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan yang kini menjadi Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
BLH sendiri belum merekomendasikan kejadian luar biasa (KLB) karena kondisi kabut asap naik turun. Dia berharap cuaca berpihak karena sudah mulai turun gerimis disejumlah lokasi. “ Di Sudirman hujan tadi, kemarin waktu nanam di tritip grimis,” kata Suryanto disela aktivitasnya.
Dia menyebutkan kabut Asap yang mampir di Balikpapan lebih karena kiriman daerah lain termasuk daerah tetangga. Dia meyakini berdasarkan pantauan satelit dan Peta LAPAN, hotspot di Balikpapan tidak ada. 
“Kalau kebakaran ada di Hutan lindung sampai 14 kali, hotspot tidak ada, tapi di Kaltim ada. Kayak di Kukar di hutan BOS, mungkin juga asap ini ada  kontribusi di Kaltim sendiri juga ada dari luar,” sambungnya.
Selain itu, Pemkot lanjut Suryanto belum menyatakan keadaan darurat karena belum masuk kategori berbahaya sekali. “ Namun walikota sudah edarkan ke seluruh masyarakat dan instansi untuk gunakan masker. Masker ini dibagikan terus, perusahaan juga banyak membantu. Kita bagikan terus kemasyarakat,” jelasnya.
Dia menambahkan pemkot juga menilai belum perlu mengambil kebijakan meliburkan anak sekolah. Pihaknya terus menghimbau bagi warga yang beraktivitas diluar rumah untuk menggunakan masker. Apalagi bagi mereka yang kondisi daya tahan tubuh tengah menurun.“
 Pakai masker saja. Kita himbau terus terutama  untuk pejalan kaki, anak-anak sekolah, mereka yang naik roda dua,” ujarnya.
Sementara itu, Pada pekan ini akan digelar rapat yang dipimpin Asisten II bersama SKPD terkait soal penanganan dan laporan penyebaran masker termasuk bantuan dari perusahaan.
SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...