Isteri Terakhir Sultan HB IX Dimakamkan di Makam Raja-raja Mataram

YOGYAKARTA — Yogyakarta berkabung. Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Nindyakirana, isteri selir yang terakhir dari mendiang Sultan HB IX wafat pada Rabu (2/9), malam. KRAy Nindyakirana yang meninggal pada usia 84 tahun, jenazahnya dimakamkan Kamis (3/9), siang pukul 13.00 WIB di Makam Raja-raja Mataram Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
KRAy Nindyakirana merupakan isteri selir kelima dari mediang Sultan HB IX. Almarhumah merupakan satu-satunya isteri mendiang Sultan HB IX yang berasal dari luar keturunan raja. KRT Jatiningrat, kerabat Keraton Yogyakarta yang akrab disapa Romo Tirun mengatakan, almarhumah wafat di kediamannya di Jakarta akibat sakit yang lama dideritanya dan memang sudah sangat sepuh. 
Almarhumah, kata Romo Tirun, dipersunting saat mendiang Sultan HB IX menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 1976. Sejak kecil, almarhumah memang sudah sering bergaul dengan pemimpin-pemimpin RI saat berada di pengasingan di Pulau Bangka. Saat itu, kata Romo Tirun,  Sultan HB IX sering berkunjung ke Bangka untuk bertemu dengan para petinggi RI, termasuk Presiden Soekarno.
Mungkin di sela pertemuannya dengan para petinggi negara waktu itu, lanjut Romo Tirun, Sultan HB IX juga bertemu dengan KRAy Nindyakirana yang kemudian saling jatuh cinta. Romo Tirun mengatakan, KRAy Nindyakirana dipersuntung ketika berusia 46 tahun. Almarhumah tak memiliki buah keturunan dari mendiang Sultan HB IX. Namun, almrahumah memiliki putra dari hasil perkawinannya sebelumnya. 
KRAy Nindyakirana merupakan isteri yang mendampingi Sultan HB IX saat menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Almarhumah dikenal sebagai sosok yang cerdas, menguasai beberapa bahasa asing seperti Belanda dan Inggris. Almarhumah yang meninggal di kediamannya di Jakarta, jenazahnya dibawa ke Keraton Yogyakarta dan tiba pada sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di Kagungan Dalem Bangsal Manis Keraton Yogyakarta.
Semua kerabat Keraton pun berkumpul di Bangsal Manis untuk memberikan penghormatan terakhir. Tidak kecuali, Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X beserta permaisuri GKR Hemas. Almarhumah lalu dimakamkan pukul 13.00 WIB di Makam Saptarenggo Imogiri, Bantul, Yogyakarta, di samping makam mendiang Sultan HB IX. Diiring ribuan takjizah, prosesi pemberangkatan jenazah almarhumah begitu khidmat.
Hadir dalam prosesi pemakaman itu, sejumlah pejabat Pemda DIY dan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan. Almarhumah setia menemani Sultan HB IX hingga saat terakhir Sultan HB IX wafat. KRAy Nindyakirana bernama asli Norma Musa, lahir di Bangka tanggal 3 Desember 1930.

KAMIS, 3 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...